• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Fintech P2P Lending Tunggu Pusat Data dari OJK

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Juni 2024
skema kredit melawan rentenir, kebijakan restrukturisasi

Ilustrasi OJK. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Pelaku usaha financial technology peer to peer (fintech P2P) lending saat ini menantikan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membangun Pusat Data Fintech P2P Lending (Pusdafil).

Rencana pembangunan pusat data ini bertujuan untuk membantu para pelaku fintech P2P lending mengecek kualitas peminjam (borrower), sehingga dapat mengurangi angka kredit bermasalah. Saat ini, Pusdafil masih dalam tahap uji industri.

Hingga kini, belum ada pusat data khusus untuk fintech lending. Banyak pelaku fintech yang memanfaatkan data dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang mencakup informasi mengenai riwayat cicilan kreditur hingga kredit macet dari perbankan dan multifinance.

Direktur Marketing PT Astra Welab Digital Arta (Maucash) Indra Suryawan menyambut baik rencana ini. “Kami tentu menunggu dan menyambut pusat data tersebut, karena bisa menghindari debitur nakal,” ujarnya.

Indra menambahkan bahwa pusat data ini dapat menekan kredit macet dan membantu menghindari segmen pelanggan yang tidak berniat meminjam untuk tujuan produktif.

Portofolio pinjaman Maucash sebagian besar berada di sektor produktif, yaitu 85%, sementara 15% lainnya di sektor konsumtif. Selain menekan angka kredit macet, Indra menyebut pusat data ini juga dapat mendorong peminjam untuk mendapatkan lebih banyak pendanaan.

“Dengan pusat data ini, kami bisa melaporkan sekaligus melihat riwayat pinjaman. Ini bisa membantu pelanggan kami mendapatkan kesempatan top-up lebih besar,” katanya.

Saat ini, Maucash memberikan pendanaan kepada segmen produktif dengan maksimal pinjaman sebesar Rp2 miliar. Tingkat kredit bermasalah dengan rasio tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) pada platform Maucash mencapai 6,8% per 23 Juni 2024, yang melebihi ambang batas yang ditetapkan regulator sebesar 5%. Tingkat keberhasilan di atas 90 hari (TKB90) pada platform mencapai 93,2%.

Indra menjelaskan bahwa tingginya kredit bermasalah ini disebabkan oleh banyaknya peminjam yang bisnisnya terdampak pada tahun ini. “Tahun ini bukan tahun yang mudah. Misalnya saja industri yang kami danai seperti F&B (food and beverages), otomotif, dan logistik terkena dampak,” jelasnya.

OJK mencatat masih ada 15 pemain fintech yang memiliki TWP90 di atas 5% per April 2024. Hal ini menunjukkan tantangan yang masih harus dihadapi industri fintech P2P lending dalam menjaga kualitas kredit mereka.***

Tags: Ojkp2p lendingpusat data
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%
Ekonomi

Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

...

Read moreDetails
OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

Rencana Merger Bank, Lebih dari 200 BPR Masih Proses Konsolidasi

Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun, Ini Catatan OJK

Investor Pasar Modal RI Tembus 32,17 Juta, Tumbuh 57,96%

Investor Pasar Modal RI Tembus 32,17 Juta, Tumbuh 57,96%

7 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Modal Inti Rp100 Miliar, Ini Kata OJK 

7 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Modal Inti Rp100 Miliar, Ini Kata OJK 

Penipuan Online Rugikan Masyarakat Rp9,1 Triliun, Ini Modus yang Mendominasi

Penipuan Online Rugikan Masyarakat Rp9,1 Triliun, Ini Modus yang Mendominasi

Next Post
harga emas antam 1 gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Kembali Naik Setelah Rontok di Akhir Pekan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.