• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Efek Rupiah, Kontraktor Revisi Nilai Proyek

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Desember 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA  Efek pelemahan rupiah berimbas ke sektor konstruksi. Sejumlah kontraktor terpaksa mengeluarkan dana ekstra lantaran ada yang memakai produk impor. 

Malah ada yang mempertimbangkan untuk menyesuaikan nilai kontrak yang sudah di tangan. “Untuk kontrak yang dimungkinan penyesuaian harga tentu akan kami lakukan dengan persetujuan pemilik proyek dan melihat perjanjian awal,” kata Mahmilan Sugiyo Warsana, Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) ke KONTAN, Kamis (18/12).

Tanpa menyebut kontrak yang dimaksud, TOTL sudah mulai menimang menyesuaikan nilai kontrak. Namun langkah ini baru akan Total lakukan awal tahun depan. Soalnya, Mahmilan menilai pelemahan rupiah masih dianggap peristiwa sementara yang belum perlu tindakan khusus.

Adapun soal belanja barang dalam bentuk dollar Amerika  Serikat (AS), Total mengklaim masih bisa diatasi lantaran masih punya kas yang cukup untuk menutup kewajiban ke pemasok dan sub kontraktor. Sejauh ini, Total banyak membeli peralatan mekanikal dan elektrikal dari luar negeri.

Adapun menurut Adji Firmantoro, Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Tbk  (WIKA), pihaknya masih belum merevisi nilai kontrak lantaran ingin memaksimalkan langkah antisipasi terlebih dahulu. “Jadi bukan koreksi tapi masih akan mencari pemecahannya seperti apa,” ujarnya.

Menurutnya kebutuhan komponen konstruksi dalam bentuk dollar tidak terlalu besar. Ia mencontohkan beton. Meski pembayaran dalam rupiah, tetapi komponen pembuatan beton masih impor. 

Beban dollar AS yang lebih besar justru dari utang perusahaan. Salah satu utang dollar AS adalah saat membeli peralatan proyek pembangkit listrik tenaga diesel di Bali.  WIKA mendapat pinjaman  US$ 26,09 juta dari IKB Deutsche Industrie Bank. “Kami punya utang dollar memang besar tapi cadangan dollar kami juga besar sekitar US$ 7 juta, jadi surpluslah,” klaim Adji.

Selain dari dana cadangan, WIKA mengandalkan sejumlah kontrak yang pembayarannya dollar AS, seperti proyek minyak dan gas (migas). Seperti beberapa proyek kontruksi terpadu atau engineering, procurement, and construction (EPC), yakni PLTG Borang (Palembang) dari PLN senilai Rp 815,66 miliar, EPCC kondensat dari PT Berau senilai Rp 382,33 miliar dan gas fire power plant 188 megawatt (MW) dari PLN senilai Rp 321,5 miliar.

Tak pengaruh

Perusahaan yang memastikan tidak akan menyesuaikan nilai kontrak adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT).  Perusahaan plat merah ini mengklaim pihaknya masih mengantongi cadangan dana dollar AS yang  cukup besar untuk menutup kebutuhan. 

Dana tersebut berasal dari uang muka proyek pembangunan landasan bandara di Timor Leste yang bernilai Rp 700 miliar. “Karena persoalan izin, kontrak ini baru bisa kami kerjakan tahun depan. Tapi uang mukanya sudah dibayarkan,” tandas Anton Y Nugroho, Sekretaris Perusahaan Waskita Karya.

Waskita sendiri tidak gentar menghadapi kontrak anyar tahun depan. Menurutnya, pihaknya bakal fokus di proyek jalan tol dan bendungan yang diklaim tidak banyak membutuhkan komponen konstruksi yang harus dibayar dalam dollar AS.

Sejauh ini belanja dollar AS hanya dilakukan untuk membeli peralatan proyek EPC, seperti turbin dan power plant. Beruntung, seluruh keperluan untuk proyek EPC sudah Waskita bereskan di pertengahan tahun ini, sehingga saat ini pihaknya tinggal menunggu kedatangan peralatan proyek tersebut. “Proyek EPC kami juga tidak banyak,” timpalnya.(Kontan)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari
Lifestyle

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

...

Read moreDetails
WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Zontes ZT368-G ETC, Maxi Scooter dengan Fitur Premium dan Performa Mesin Besar

Zontes ZT368-G ETC, Maxi Scooter dengan Fitur Premium dan Performa Mesin Besar

Hyundai Ioniq 9, SUV Listrik Premium Ruang Kabin Lega Harganya Rp1,6 Miliar

Hyundai Ioniq 9, SUV Listrik Premium Ruang Kabin Lega Harganya Rp1,6 Miliar

TVS Ronin Agonda, Motor Retro dengan Fitur Modern, Harga Rp37 Jutaan

TVS Ronin Agonda, Motor Retro dengan Fitur Modern, Harga Rp37 Jutaan

Hyundai Tucson 2027 Hadir dengan Gleo AI dan Simak Keunggulan Lainnya

Hyundai Tucson 2027 Hadir dengan Gleo AI dan Simak Keunggulan Lainnya

Next Post

Akhir Tahun, Dishub Pekanbaru Siagakan 60 Personil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.