Bursa Regional Jadi Faktor Pendorong IHSG

Senin, 09 September 2013 09:14
BERTUAHPOS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menguat 21 poin setelah bergerak fluktuatif. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan yang mendorong indeks menguat.
 
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (6/9/2013), IHSG menguat 21,490 poin (0,53%) ke level 4.072,354. Sementara Indeks LQ45 naik 6,480 poin (0,97%) ke level 676,059.
 
Saham-saham di bursa Wall Street berakhir positif akhir pekan lalu didorong oleh kuatnya penjualan mobil, aktivitas merger dan akuisisi, serta ekspektasi meluncurnya produk baru dari Apple.
 
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones turun tipis 14,98 (0,1%) ke level 14.922,5. Indeks S&P 500 naik 0,09% (0,01%) ke level 1.655,17. Sementara Indeks Nasdaq berkurang 1,23 poin (0,03%) ke level 3.660,01.
 
Hari ini IHSG diperkirakan bisa melanjutkan penguatan didorong sentimen positif dari bursa regional. Pertumbuhan ekonomi Jepang yang melebihi ekspektasi bisa jadi faktor pemicu aksi beli.
 
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
 
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 378,05 poin (2,72%) ke level 14.238,86
  • Indeks Straits Times naik 8,90 poin (0,29%) ke level 3.048,35.
 
Rekomendasi untuk perdagangan hari ini:
 
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik +21.49 poin (+0.53%) ke 4,072.35 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.9 juta lot atau setara dengan Rp4.7 triliun.
 
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.44%), sektor basic-industries (+2.95%), sektor construction and property (-0.61%), sektor consumer goods (+1.20%), sektor finance (+0.22%), sektor infrastructure (0.00%), sektor mining (+0.72%), sektor misc-industries (+2.15%), dan sektor trade (-1.04%).
 
Tercatat sebanyak 114 saham mengalami penguatan, 118 saham mengalami penurunan, 93 saham tidak mengalami perubahan dan 160 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
 
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. UNVR (+2.90%), ASII (+2.70%), BBCA (+2.33%), PGAS (+2.94%), dan INTP (+4.28%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-1.47%), LPPF(-6.36%), KLBF (-3.10%), SCMA (-4.00%), dan JSMR (-3.81%).
 
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp118 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. TLKM, BMRI, PGAS, LSIP, dan JSMR. Mata uang Rupiah terapresiasi 11,176 per Dollar AS.
 
Secara teknikal IHSG yang bergerak mixed dan berhasil ditutup menguat akhir pekan lalu memberikan sinyal berakhirnya masa konsolidasi. Indikator MACD dan RSI menunjukkan sinyal golden cross di tengah penuruan volume transaksi. Untuk hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya. Dengan support 3.960 dan resistance 4.195. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: AALI, ANTM, JSMR.
 
Semesta Indovest
Bursa AS ditutup mixed pada perdagangan Jumat dengan indeks Dow Jones turun 14,98 poin atau 0,10%, S&P 500 dan Nasdaq ditutup flat masing-masing positif 0,01% dan 0,03%. Pergerakan indeks didorong oleh laporan data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan spekulasi the Fed akan menunda pemangkasan program stimulus. Non farm payroll naik 169.000 dan tingkat pengangguran turun ke level 7,3% dipicu menyerahnya pencari kerja mencari pekerjaan. Sementara itu pasar masih dihantui kekhawatiran terjadi perang jika parlemen AS menyetujui rencana Presiden Obama untuk menyerang Suriah sehingga indeks yang sempat menguat kembali flat.
 
Bursa eropa ditutup menguat pada Jumat didorong oleh data laporan pekerjaan AS yang meredakan sentiment akan dikuranginya program stimulus. Indeks FTSE naik 0,23%, CAC naik 1,06%, DAX naik 0,46%.
 
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kondisi rupiah yang terus melemah membuat fundamental dan outlook perusahaan menjadi berubah, untuk itu investor dapat memilih saham-saham dengan perusahaan yang berbasis ekspor yang lebih diuntungkan dengan pelemahan rupiah.
 
 
(detik.com)