• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BPH Migas Usul Subsidi Rp 1.500 – Rp 2.000 Per Liter

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Desember 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Rencana pemberlakuan skema subsidi tetap bahan bakar minyak (BBM) mulai Januari 2015 terus dimatangkan. Kali ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sudah memiliki acuan besaran subsidi tetapnya.
      
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim mengatakan, selaku otoritas yang menangani sektor hilir migas, BPH Migas berupaya mengkalkulasi besaran subsidi tetap yang ideal. “Nilainya Rp 1.500 hingga 2.000 per liter,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (19/12).
      
Menurut Ibrahim, nilai subsidi tetap untuk BBM harus benar-benar pas. Sebab, jika subsidinya terlalu besar atau di atas Rp 2.000 per liter, akan terjadi gap atau selisih harga antara harga BBM subsidi dan harga keekonomian yang besar.

Dampaknya akan memicu penyelewengan seperti penyelundupan. “Tapi kalau subsidinya terlalu kecil (sehingga harga BBM subsidi  tinggi), kasihan juga masyarakat karena bebannya akan berat,” katanya.
      
Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah tengah merumuskan solusi permanen atas beban subsidi BBM yang sering menghimpit APBN. Opsinya adalah skema subsidi tetap atau fixed subsidy. Dengan skema ini, harga BBM subsidi akan naik turun mengikuti harga keekonomian BBM.
      
Misalnya, jika pemerintah mematok subsidi Rp 2.000 per liter, maka ketika  harga keekonomian premium Rp 10.000 per liter, maka harga jual premium subsidi menjadi Rp 8.000 per liter. Namun, jika harga keekonomian turun menjadi Rp 9.000 per liter, maka harga premium turun menjadi Rp 7.000 per liter.
      
Ibrahim menyebut, BPH Migas juga mengkaji opsi varian subsidi. Misalnya, subsidi tetap untuk solar Rp 2.000 per liter dan untuk premium Rp 1.500 per liter. Alasannya, solar memiliki nilai inflatoar atau bobot inflasi lebih tinggi dibanding premium.

Sehingga, perlu disubsidi lebih. “Solar kan banyak dipakai untuk angkutan barang dan angkutan umum,” katanya.
      
Terkait harga keekonomian BBM subsidi, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Pamudji, harga keekonomian premium saat harga minyak dunia turun mendekati level USD 60 per barel dan nilai tukar rupiah di kisaran 12.300 per USD adalah Rp 8.665 per liter.
      
Dengan kalkulasi tersebut, maka jika subsidi ditetapkan Rp 2.000 per liter, maka Januari nanti, harga premium akan turun dari saat ini Rp 8.500 per liter menjadi Rp 6.665 per liter. Adapun jika subsidi ditetapkan Rp 1.500 per liter, maka harga premium akan turun dari Rp 8.500 per liter menjadi Rp 7.165 per liter.
      
Menurut Ibrahim, berbagai varian tersebut akan dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah dengan melibatkan menteri keuangan, menteri energi dan sumber daya mineral, menteri perhubungan, hingga menko perekonomian. “Setelah matang, baru disampaikan ke presiden,” ucapnya.
      
Ibrahim menjelaskan, perubahan harga BBM akan dilakukan dua minggu seklai. Hal itu mengikuti skema penyesuaian harga bahan bakar khusus (BBK) seperti pertamax maupun pertamax plus. “Tapi, bisa juga penyesuaiannya satu bulan sekali supaya masyarakat lebih nyaman,” katanya.
      
Dari pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), penerapan skema subsidi tetap bakal memicu risiko bisnis. Sebab, harga BBM akan naik turun. Risiko akan terjadi ketika pengusaha SPBU membeli BBM di harga tinggi di akhir bulan, tapi kemudian harga turun di bulan berikutnya.

Sebaliknya, pengusaha SPBU juga bisa untung jika membeli di harga rendah di akhir bulan, lalu harga naik di bulan berikutnya.
      
Namun, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengaku tidak keberatan dengan skema tersebut.

Menurut dia, secara teknis, petugas SPBU juga tidak akan kesulitan karena sudah biasa men-setting perubahan harga pertamax dan pertamax plus setiap dua minggu sekali. “Kami siap saja,” ujarnya. (owi/end/Jpnn)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Plt Gubri Nyatakan Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.