BI Riau: Money Changer Berpotensi Jadi Tempat Pencucian Uang

Jumat, 28 Februari 2020 06:40

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUVA BB) dianggap sangat berpotensi menjadi tempat kegiatan pencucian uang.

Hal ini diungkapkan oleh Kadiv Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) Layanan Administrasi Bank Indonesia Riau, Asral Mashuri dalam kegiatan diskusi panel di Pekanbaru, Kamis, 27 Februari 2020 di Pekanbaru.

“Uang hasil penjualan narkoba, korupsi, termasuk pendanaan untuk kegiatan terorisme, ditukarkannya di KUPVA BB. Nah, setelah ditukarkan, uang itu seolah-olah menjadi halal,” katanya.

Asral menambahkan, tindakan-tindakan pencucian uang alias money laundry tersebut harus diantisipasi dan disikapi secara serius oleh BI dan aparat penegak hukum.

Baca: Lampu Merah Subsidi BBM

Dia menyebut, ketika dilakukan kegaiatan penukaran mata uang asing di KUVPA BB, maka ada rambu-rambu yang bisa mengantisipasi hal-hal demikian terjadi.

Praktik ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dari hasil penjualan narkoba, uang hasil korupsi, hingga uang untuk pendanaan kegiatan terorisme.

“Dalam aturannya ada batasan maksimal penukaran uang di KUPVA BB. US$25 ribu. Artinya di atas jumlah itu harus ada underline-nya. Pihak KUPVA BB berhak menanyakan uang yang akan ditukarkan itu asalnya dari mana,” ungkapnya.

Meski demikian, tindakan kejahatan selalu ada modus untuk mengelabui itu. Salah satu diantaranya mereka melakukan aktivitas penukaran uang dengan cara mencicil. Namun kegiatan itu bisa dicurigai sebagai kegiatan yang tidak biasa dan boleh diseliki oleh aparat penegak hukum.

“Dia cucinya di KUPVA BB, seolah-olah itu menjadi uang halal padahal itu uang dari hari hasil kejahatan. Inilah nanti akan kita awasi,” katanya.

Wadir Krimsus Polda Riau, AKPB Fibri Karpiananto mengatakan, sejauh ini kegiatan-kegitan money laundry yang berhasil diamankan aparat di Riau, yakni pencucian uang dari hasil penjualan narkoba.

“Nominalnya lumayan, saya lupa angkanya. Tak hanya uang tapi juga barang. Kalau untuk kejahatan uang palsu kegiatan pencegahan sudah jelan, kok,” katanya.

Dia menyebut, terhadap kegiatan antisipasi kejahatan pencucian uang di KUVPA BB, pihaknya masih akan melakukan komunikasi dengan BI terkait mekanisme kerjanya. (bpc3)