• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Trump Turunkan Tarif Impor untuk Indonesia Jadi 19%, Ini Mempertegas Posisi Indonesia Masih Lemah di Mata Dunia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Juli 2025
Trump Turunkan Tarif Impor untuk Indonesia Jadi 19%, Ini Mempertegas Posisi Indonesia Masih Lemah di Mata Dunia

Presiden AS, Donald Trump.

Share on FacebookShare on Twitter

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menurunkan tarif impor untuk produk asal Indonesia dari 32 persen menjadi 19%, sebagaimana diumumkan pada 15 Juli 2025.

Kebijakan ini disambut sebagai capaian diplomasi oleh tim negosiator Indonesia dalam menghadapi ketegangan perdagangan global yang terus memanas.

Langkah ini disebut sebagai hasil lobi intensif pemerintah Indonesia, termasuk peran penting Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam proses negosiasi.

Namun, tidak semua pihak memandang hasil ini sebagai kemenangan sepihak. Justeru mempertegas posisi Indonesia di mata dunia yang masih lemah.

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, justru mengkritik tajam kesepakatan tersebut. Menurutnya, penurunan tarif dari 32% menjadi 19% masih mencerminkan ketimpangan dalam relasi dagang antara Indonesia dan AS.

“Tarif 19% bukan keberhasilan, karena kesepakatan ini tidak mencerminkan prinsip perdagangan bebas yang setara. Justru, ini terlihat seperti hasil dari tekanan politik dan ekonomi,” ujar Defiyan dikutip dari RMOL, Kamis, 17 Juli 2025.

Menurutnya, dalam geopolitik perdagangan, kebijakan seperti ini berpotensi merugikan posisi tawar Indonesia di mata negara lain. Ia menilai, negara-negara mitra dagang Indonesia bisa saja menuntut perlakuan serupa, sehingga memperlemah neraca perdagangan nasional.

Defiyan juga mengkritisi komitmen pembelian produk Amerika yang disertakan dalam kesepakatan dagang tersebut. Dalam dokumen yang beredar, Indonesia diwajibkan membeli produk energi AS senilai 15 miliar Dolar AS (sekitar Rp244 triliun), produk pertanian sebesar 4,5 miliar Dolar AS (sekitar Rp73 triliun), serta 50 unit pesawat Boeing 777.

“Kerja sama dagang tidak bisa dibangun di atas logika kolonialisme dagang yang sudah berakhir sejak ratusan tahun lalu. Apalagi kalau justru melemahkan kedaulatan ekonomi dan menghambat sektor strategis dalam negeri seperti industri agro-maritim,” tegasnya.

Lebih lanjut, Defiyan menyoroti potensi dampak buruk terhadap BUMN energi seperti Pertamina, apabila Indonesia diwajibkan mengimpor minyak dari AS secara besar-besaran. Ia menilai hal ini bisa mengganggu stabilitas energi nasional dan memperlemah daya saing industri lokal.

Kesepakatan ini memang memberikan kelonggaran tarif, namun dibarengi dengan komitmen besar dari Indonesia untuk membeli produk-produk AS. Hal ini memicu perdebatan di dalam negeri tentang apakah keuntungan yang diterima sebanding dengan kewajiban yang ditanggung.

Meski Presiden Prabowo Subianto dan tim diplomasi ekonomi mengklaim hasil ini sebagai langkah maju, kritik dari para ahli menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memastikan kepentingan nasional tidak dikorbankan dalam proses negosiasi dagang jangka panjang.***

Tags: ekonominasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup
Ekonomi

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

...

Read moreDetails
Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Next Post
Harga CPO Naik Didukung Penguatan Harga Kedelai Global

Harga CPO Naik Didukung Pasar Global, Kontrak Agustus Tembus RM4.158 per Ton

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.