HARGA Crude Palm Oil (CPO) kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan kemarin, 16 Juli 2025, seiring dukungan dari kenaikan harga minyak nabati global, khususnya kedelai dan olein di pasar China.
Analis pasar David Ng menyebut bahwa penguatan harga kedelai dan olein di Bursa Komoditas Dalian (DCE) Tiongkok mendorong sentimen positif di seluruh pasar minyak nabati. Menurutnya, saat harga minyak kedelai naik, pembeli cenderung beralih ke minyak sawit sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan tersedia, sehingga meningkatkan permintaan CPO.
“Ketika harga minyak kedelai atau olein naik, permintaan minyak sawit ikut terdorong, dan tekanan harga pun meningkat,” jelas Ng, dilansir dari Bernama.
Dia menambahkan bahwa pelemahan nilai tukar ringgit turut memberikan dorongan bagi harga CPO. “Kami melihat level support di RM4.150 dan resistance di RM4.300 per ton.”
Sementara itu, analis senior dari Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, juga mencatat bahwa lemahnya ringgit membuat harga CPO Malaysia lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Menurutnya, minat beli yang membaik setelah koreksi harga baru-baru ini turut memperkuat harga.
“Harga CPO juga mendapat sokongan dari penguatan harga kedelai di pasar DCE,” ujarnya.
Namun, Sathia mengingatkan bahwa potensi kenaikan lanjutan bisa saja terbatas karena adanya proyeksi peningkatan produksi. “Lonjakan produksi pada Juli kemungkinan akan menekan sentimen pasar dalam beberapa pekan ke depan,” tambahnya.
Harga Kontrak CPO Terbaru:
- Agustus 2025: Naik RM52 ke RM4.158 per ton
- September 2025: Naik RM52 ke RM4.198 per ton
- Oktober 2025: Naik RM61 ke RM4.224 per ton
- November 2025: Naik RM67 ke RM4.233 per ton
- Desember 2025: Naik RM65 ke RM4.233 per ton
- Januari 2026: Naik RM67 ke RM4.232 per ton
Volume perdagangan juga mengalami penurunan, dari 128.330 lot menjadi 90.890 lot. Meski demikian, open interest justru meningkat dari 231.153 menjadi 231.958 kontrak. Sementara itu, harga fisik minyak sawit untuk kawasan Selatan Malaysia naik RM50 menjadi RM4.170 per ton untuk kontrak Agustus 2025.***









