BERTUAHPOS.COM — Okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Riau pada Mei 2026 mencapai 47,18 persen, atau naik 2,59 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menyebut kenaikan ini mencerminkan geliat produktivitas usaha akomodasi seiring meningkatnya aktivitas kunjungan wisatawan dan perjalanan bisnis di wilayah itu.
“Angka okupansi menjadi indikator utama kesehatan industri perhotelan. Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar laku terjual,” ujarnya, di Pekanbaru, 3 Juli 2026.
Asep menyebut, angka TPK pada Mei 2026 juga mengalami kenaikan sebesar 1,69 poin dibandingkan April 2026 yang tercatat 45,49 persen. Secara year-on-year, capaian ini melampaui TPK Mei 2025 yang hanya berada di level 44,59 persen.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada bulan yang sama tercatat 1,29 malam. Ini berarti setiap tamu, baik asing maupun domestik, rata-rata menghabiskan satu hingga 2 malam.
Menariknya, tamu asing mencatatkan RLMT lebih panjang, yakni 2,05 malam atau berkisar 2-3 malam. Sementara itu, tamu domestik rata-rata menginap selama 1,28 malam, atau menunjukkan karakter kunjungan yang lebih singkat.
“Peningkatan TPK ini menunjukkan bahwa tingkat produktivitas usaha akomodasi semakin membaik seiring peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Asep Riyadi.
Bila dirinci menurut kelas hotel, rata-rata lama menginap terlama dialami oleh hotel bintang 4. Hal ini mengindikasikan preferensi tamu terhadap fasilitas dan layanan yang lebih lengkap di segmen menengah ke atas.
Asep menambahkan bahwa lama tinggal tamu asing yang lebih panjang menjadi potensi bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan. “Kami optimistis tren ini terus berlanjut seiring dengan perbaikan konektivitas dan event daerah,” ujarnya.
Dengan TPK 47,18 persen, dari setiap 100 kamar yang disediakan hotel berbintang di Riau, sebanyak 47 hingga 48 kamar berhasil terjual setiap malam. Meski belum menyentuh level maksimal, konsistensi pertumbuhan ini menjadi fondasi positif bagi investasi di sektor perhotelan.









