BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah melanjutkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Kamis 2 Juli 2026. Tekanan terhadap mata uang Garuda berpotensi membebani biaya impor komponen otomotif yang masih bergantung pada pemasok luar negeri.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 25 poin ke level Rp17.977 per dolar AS. Indeks dolar AS terpantau melemah tipis 0,04 persen ke posisi 101,354.
Pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, rupiah sudah lebih dulu tersungkur 43 poin ke level Rp17.950 per dolar AS. Pelemahan ini menandai tren negatif yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian global.
Dikutip dari Yahoo! Finance, dolar AS sempat stabil pada Kamis pagi karena pasar menunggu data penting non-farm payrolls Amerika Serikat.
Dikutip dari Investor.id, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan ekspektasi inflasi dan risiko harga telah mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Yen Jepang menjadi yang paling terpukul setelah anjlok ke 162,84 per dolar AS, level terendah dalam 40 tahun. Posisi ini jauh melampaui ambang yang sebelumnya memicu intervensi otoritas Jepang.
Di kawasan Asia-Pasifik, dolar Australia melemah 0,09 persen menjadi US$0,6885 per dolar AS. Dolar Selandia Baru juga tertekan ke level US$0,5672 per dolar AS.
Mata uang Eropa bergerak variatif dengan euro diperdagangkan pada US$1,138 per dolar AS. Sementara poundsterling Inggris naik tipis 0,06 persen menjadi US$1,3279 per dolar AS.
Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan bahwa lapangan kerja swasta di AS meningkat namun masih di bawah ekspektasi pasar. Data ini menjadi salah satu indikator yang dinanti investor untuk mengukur arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.









