BERTUAHPOS.COM — Bursa Malaysia Derivatives melaporkan harga kontrak berjangka CPO berbalik naik pada Rabu, 1 Juni 2026. Pengiriman September naik 0,64% ke RM4.575 per ton. Penguatan terjadi seiring pulihnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade dan pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia yang meningkatkan daya saing ekspor.
Mengacu pada data Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman September 2026 naik RM29 per ton atau sekitar 0,64 persen menjadi RM4.575 per metrik ton. Pada jeda perdagangan siang, harga tersebut setara dengan US$1.118,58 per ton.
Pergerakan positif juga tercermin di pasar domestik Indonesia melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN). Harga penawaran CPO pada Rabu tercatat Withdraw dengan penawaran tertinggi menyentuh Rp15.417 per kilogram.
Angka tersebut naik Rp20 per kilogram atau sekitar 0,13 persen dibandingkan perdagangan 30 Juni 2026. Sehari sebelumnya, harga masih berada di posisi Rp15.397 per kilogram.
Dari pasar minyak nabati internasional, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade memberikan sentimen positif dengan kenaikan sekitar 0,29 persen. Ini memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap prospek harga minyak nabati secara keseluruhan.
Meski demikian, pasar China masih menunjukkan tekanan. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange turun sekitar 0,3 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama terkoreksi 0,45 persen.
Pelemahan di Dalian membatasi penguatan harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia. Pelaku pasar kini mencermati permintaan ekspor, pergerakan mata uang, serta dinamika harga minyak nabati pesaing sebagai faktor penentu arah harga jangka pendek.









