BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,02 persen ke level Rp18.071 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Sentimen geopolitik Timur Tengah masih membayangi pergerakan mata uang Garuda di tengah data inflasi AS yang mulai mereda.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, memproyeksikan rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS seiring melemahnya mata uang Negeri Paman Sam. Data Producer Price Index AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar memicu harapan bahwa tekanan inflasi mulai menurun.
“Rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini setelah rilis data PPI AS yang lebih rendah. Namun, ruang penguatan terbatas karena sentimen geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pergerakan pasar,” ujar Lukman.
Pelemahan tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Won Korea memimpin koreksi dengan pelemahan 0,19 persen, diikuti baht Thailand 0,09 persen, rupee India 0,07 persen, yuan China 0,05 persen, serta dolar Singapura 0,04 persen.
Sebaliknya, dolar Taiwan menguat 0,23 persen terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia mengikuti dengan penguatan 0,13 persen, peso Filipina 0,07 persen, dan yen Jepang 0,03 persen.
“Perbedaan pandangan tersebut membuat pelaku pasar masih berhati-hati dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Di sisi lain, keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi sentimen positif bagi aset domestik,” katanya.
Pelaku pasar mencermati pernyataan pejabat Federal Reserve yang memberikan sinyal berbeda. Gubernur The Fed Lisa Cook menyampaikan pandangan hawkish dengan mendukung suku bunga tetap tinggi.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams justru menyampaikan nada lebih dovish. Williams menilai inflasi mulai menunjukkan tren penurunan yang dapat memengaruhi kebijakan moneter.
Dari dalam negeri, belum ada agenda ekonomi signifikan yang berpotensi menggerakkan pasar pada hari ini. Meski demikian, keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia masih menopang sentimen positif.
“Tidak ada data penting dari domestik, walau penetapan peringkat kredit oleh S&P masih mendukung untuk saat ini. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini,” pungkas Lukman.









