BERTUAHPOS — Riau mengalami inflasi sebesar 0,98 persen per Juni 2022. Jika biasanya kelompok makanan minuman dan tembakau turut serta dalam andil inflasi, kali ini kelompok itu terpantau mengalami penurunan harga.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi year on year (y-on-y) di Riau pada Juni 2025 mencapai 0,98 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,35.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga di delapan kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 10,34 persen, menyumbang andil terbesar terhadap inflasi Juni sebesar 0,72 persen.
“Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,71 persen, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,89 persen,” kata Asep Riyadi, Selasa, 1 Juni 2025.
Kelompok pengeluaran lainnya yang turut menyumbang inflasi antara lain kesehatan sebesar 1,74 persen, pendidikan 1,17 persen, transportasi 1,13 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,90 persen), serta rekreasi, olahraga, dan budaya 0,26 persen.
Namun, terdapat tiga kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan harga, yaitu makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,45 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,31 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen.
Beberapa komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, sigaret kretek mesin, minyak goreng, daging ayam ras, beras, dan angkutan udara. Sementara komoditas penyumbang deflasi meliputi cabai merah, bawang merah, kentang, cabai rawit, ikan baung, dan sejumlah produk hortikultura lainnya.
Secara bulanan, Riau justru mengalami deflasi sebesar 0,22 persen pada Juni 2025, dengan inflasi year to date tercatat 1,28 persen. Penurunan harga beberapa bahan makanan seperti cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih menjadi penyebab utama deflasi bulanan tersebut.
Dari hasil pemantauan BPS di empat kabupaten/kota, IHK Provinsi Riau naik menjadi 108,59 pada Juni 2025, dari sebelumnya 107,30 pada Juni 2024. Tembilahan mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,19 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Kampar sebesar 0,57 persen.***
Simak berita lainnya tentang Ekonomi Regional









