BERTUAHPOS.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau (KPwBI Riau) menyelenggarakan 2nd Riau Economic Forum (REF) 2026 pada Senin (31/8/2026). Mengusung tema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi”, forum ini digelar secara hybrid dari Gedung KPwBI Riau.
Forum ekonomi tersebut bertujuan membangun pemahaman komprehensif mengenai kondisi perekonomian Riau, prospek ke depan, serta arah kebijakan strategis. Diharapkan, sinergi yang terbangun mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, menekankan pentingnya penguatan sinergi antar daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas pasar komoditas utama Riau.
Ia juga menyebut kebijakan nasional terkait kemandirian energi membuka peluang besar bagi Riau. Daerah ini dinilai memiliki potensi sebagai lumbung energi, mulai dari minyak, hilirisasi CPO, hingga komoditas kelapa.
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kepada enam perusahaan. Tiga di antaranya merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan tiga lainnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Penghargaan tersebut diberikan atas realisasi investasi tertinggi pada Semester I 2026 di sektor hilirisasi Provinsi Riau. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BI Riau, Kepala BI Koordinator Wilayah Sumatera, dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Dr. Panji Achmad, menegaskan bahwa investasi dan hilirisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Riau. Hilirisasi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas utama seperti kelapa sawit.
“Kajian Bank Indonesia bersama perguruan tinggi menunjukkan investasi dan hilirisasi kelapa sawit berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Riau untuk tumbuh lebih tinggi,” ujar Panji Achmad.
REF 2026 menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya. Beberapa kegiatan pendahulunya meliputi Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP), FGD Perekonomian, Temu Responden, Pasar Murah HUT Provinsi Riau, serta Festival Diversifikasi Pangan bersama Riau Investment Forum (RIF).
Forum ini menghadirkan lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari Pemerintah Daerah, instansi vertikal, regulator, akademisi, perbankan, pelaku usaha, asosiasi, media, dan pemangku kepentingan lain dalam kerangka Pentahelix.
Diskusi dalam REF 2026 dibagi ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema Digitalisasi Sistem Pembayaran.
Narasumber sesi pertama meliputi Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, Indra; Kepala Perwakilan LPS I Medan, Jimmy Ardianto; Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk., Koko Tjatur Rachmadi; serta Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Gin anjar.
Pembahasan pada sesi ini mencakup identifikasi dan mitigasi risiko digitalisasi di sektor keuangan. Topik lain yang dibahas adalah penjaminan simpanan lembaga keuangan digital, perkembangan regulasi perbankan digital, serta arah kebijakan sistem pembayaran ke depan.
Sesi kedua mengangkat topik Kondisi dan Prospek Perekonomian. Narasumber yang hadir antara lain Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Ferry Kurniawan; Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede; dan Analis Kebijakan APINDO, Ajib Hamdani.
Diskusi sesi kedua menyoroti perkembangan ekonomi global, prospek ekonomi nasional, respons kebijakan Bank Indonesia, aktivitas ekonomi sektoral dan regional Riau, serta strategi dunia usaha menghadapi tantangan saat ini.









