BERTUAHPOS.COM – Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) kembali mengalami penurunan pada Selasa (1/9/2026). Mengacu pada laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp6.000 ke level Rp2.664.000 per gram.
Sebelumnya, harga emas Antam sempat bertahan di posisi Rp2.670.000 per gram pada Senin (31/8/2026). Level tersebut merupakan hasil koreksi Rp48.000 yang terjadi pada Sabtu (29/8/2026).
Dengan posisi saat ini, harga emas Antam masih berada sekitar 15,9 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Rekor tersebut dicapai pada 29 Januari 2026 dengan harga Rp3.168.000 per gram.
Meski mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir, emas Antam masih mencatat kenaikan sepanjang tahun. Dibandingkan awal tahun, harga emas Antam naik sekitar 7,07 persen.
Pada 1 Januari 2026, harga emas Antam berada di level Rp2.488.000 per gram. Artinya, investor yang membeli emas sejak awal tahun masih menikmati selisih positif.
Sementara itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam pada Selasa (1/9/2026) juga ikut melemah. Buyback turun Rp6.000 menjadi Rp2.517.000 per gram.
Penurunan ini sejalan dengan koreksi harga jual yang terjadi pada hari yang sama. Kedua posisi tersebut biasanya bergerak selaras mengikuti dinamika pasar emas global.
Bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan ke Antam, perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku. Transaksi buyback dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22.
Tarif PPh 22 yang dikenakan adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sementara bagi yang tidak memiliki NPWP, tarifnya lebih tinggi, yaitu 3 persen.
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017.
Selain PPh 22 atas buyback, pembelian emas batangan juga dikenakan pajak serupa. Namun, sumber berita kali ini hanya menyoroti aspek pajak pada transaksi buyback.
Dengan fluktuasi harga yang masih terjadi, investor emas diimbau untuk mencermati pergerakan pasar sebelum memutuskan transaksi. Emas batangan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia.









