BERTUAHPOS.COM — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau per 18 Juni 2026 baru menyentuh 34,54% atau Rp1,81 triliun. Setengah tahun berjalan, realisasi pendapatan daerah masih menyisakan ruang besar untuk dikejar pada semester kedua.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam laporannya merinci pencapaian itu dalam 4 komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak daerah menjadi motor paling dominan, sementara pos hasil kekayaan daerah yang dipisahkan nyaris tak bergerak.
“Realisasi pajak daerah mencapai Rp1,63 triliun atau 40,86 persen dari target 2026,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Retribusi daerah mencatat realisasi Rp3,72 miliar dari target Rp14,36 miliar atau setara 25,90 persen.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan menjadi bagian paling rendah dengan realisasi hanya Rp3,46 miliar. Capaian itu setara 0,56 persen dari target Rp618,22 miliar.
“Lain-lain PAD yang sah telah terealisasi Rp170,81 miliar dari target Rp613,73 miliar atau dengan capaian 27,83 persen,” jelasnya.
Sementara itu, untuk realisasi dari pendapatan dari transfer pemerintah pusat menunjukkan performa sedikit lebih baik dengan realisasi 38,40 persen. Angkanya mencapai Rp1,15 triliun dari total target Rp3 triliun.
Sementara itu, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah yang meliputi pendapatan hibah baru terealisasi Rp1,41 miliar. Capaian ini setara 15,31 persen dari target Rp9,25 miliar.
Dengan demikian, total pendapatan daerah mencapai 35,92 persen atau Rp2,96 triliun dari target Rp8,25 triliun.









