BERTUAHPOS.COM — Commerzbank memangkas perkiraan harga emas menjadi US$4.500 per troy ounce pada akhir 2026 dari sebelumnya US$4.800.
Penurunan proyeksi ini mencerminkan tekanan inflasi yang memaksa Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Analis Commerzbank yang dipimpin Thu Lan Nguyen juga menurunkan proyeksi pada harga perak. Target akhir tahun dipangkas menjadi US$67 per ons dari perkiraan sebelumnya US$80 per ons.
“Ekspektasi pasar saat ini terhadap kenaikan suku bunga The Fed berlebihan. The Fed kemungkinan hanya akan menaikkan suku bunga jika tren inflasi memaksa mereka untuk melakukannya,” ujar Nguyen dilansir dari Kitco News, Rabu, 29 Juli 2026.
Meski proyeksi jangka pendek menurun, Commerzbank masih melihat peluang harga emas mencapai US$5.000 per troy ounce pada 2027. Target ini dapat tercapai jika tekanan inflasi mulai mereda.
Penurunan proyeksi ini merupakan yang kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Namun, Nguyen menilai ekspektasi pasar yang terlalu agresif justru memberi ruang bagi harga emas untuk pulih.
“Ada potensi bagi harga emas untuk pulih dari level saat ini. Kami mengantisipasi suku bunga Fed akan tetap tidak berubah hingga akhir tahun,” kata Nguyen.
Faktor terbesar yang membebani harga emas adalah ketidakpastian seputar konflik di Timur Tengah. Sejak pecahnya perang Iran, dolar kembali dianggap lebih aman dibandingkan euro.
“Selama hal ini tetap bertahan, emas kemungkinan tidak akan mendapat keuntungan yang tidak proporsional dari peningkatan permintaan akan aset aman,” jelas Nguyen.
Dalam skenario dasar, inflasi inti tidak naik secara signifikan di atas tingkat bulanan yang sesuai target. The Fed bahkan mungkin memangkas suku bunga mulai pertengahan 2027.
“The Fed kemungkinan akan menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga dan bahkan mungkin memangkas suku bunga acuannya mulai pertengahan 2027. Target inflasi di level dua persen akan tercapai pada musim semi 2027,” ujar Nguyen.









