BERTUAHPOS.COM — Di awal perdagangan Senin, 6 Juli 2026, harga minyak dunia melemah, setelah sebelumnya aliansi OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus dan ekspor minyak dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz kembali pulih. Kedua faktor ini menjadi penyebab harga minyak dunia turun dan berpotensi menambah pasokan ke pasar global.
Analis pasar IG Tony Sycamore menilai, tambahan produksi OPEC+ sesuai ekspektasi dan belum tentu berdampak besar. “Angka tersebut sebagian besar sesuai dengan perkiraan,” ujarnya dikutip dari Reuters, Senin, 6 Juli 2026.
OPEC+ menyepakati tambahan produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus, melanjutkan peningkatan yang sudah berlangsung sejak Juni. Meski demikian, realisasi produksi di lapangan masih tertahan akibat gangguan pengiriman di Selat Hormuz pascakonflik.
Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC pada Juni melonjak 3,3 juta barel per hari menjadi 19,43 juta barel per hari. Ekspor minyak dari kawasan Teluk bahkan melampaui 10 juta barel per hari, meskipun masih 40 persen di bawah level sebelum konflik.
Di sisi lain, Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC per 1 Mei, sementara Rusia mencatatkan rekor ekspor minyak mentah dari pelabuhan barat pada Juni. Pasokan global pun diperkirakan semakin bertambah pada Juli mendatang.
“Mengingat keluarnya UEA dan fakta bahwa kuota kemungkinan besar belum terpenuhi karena produksi masih dalam tahap peningkatan kembali pasca konflik, saya tidak yakin angka-angka itu memiliki arti penting saat ini,” tambah Sycamore.
Kontrak minyak mentah Brent turun 0,33 persen menjadi US$71,88 per barel pada awal perdagangan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 0,16 persen ke US$68,58 per barel setelah pasar AS libur Hari Kemerdekaan.
“Ekspor minyak dari kawasan Teluk melonjak lebih dari 3 juta barel dibanding Mei hingga melampaui 10 juta barel per hari,” demikian laporan Reuters berdasarkan data pelacakan kapal.
Meskipun volume ekspor mulai pulih, pasokan masih sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan sebelum konflik. Di saat yang sama, ketegangan AS-Iran masih membayangi keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.
Dengan tambahan produksi OPEC+ dan pulihnya ekspor, penyebab harga minyak dunia turun dipastikan berasal dari melimpahnya pasokan. Pasar kini menanti realisasi produksi Agustus untuk mengukur arah harga selanjutnya.









