BERTUAHPOS.COM — Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan pentingnya peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Kuala Selat, Kabupaten Indragiri Hilir. Koperasi dinilai mampu memperluas manfaat ekonomi dari potensi kelapa yang melimpah.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Dukungan Penataan Desa Kuala Selat. Rapat berlangsung virtual bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Selasa (8/9/2026).
Syahrial menilai pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa membutuhkan kelembagaan ekonomi yang kuat. Koperasi menjadi salah satu alat untuk memastikan manfaat hilirisasi dirasakan warga setempat.
“Kita ingin potensi kelapa besar ini memberikan nilai tambah di daerah asalnya. Dengan dukungan program pemerintah dan penguatan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat, kami berharap pengembangan kelapa dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kuala Selat,” ujarnya.
Kabupaten Indragiri Hilir memiliki perkebunan kelapa seluas lebih dari 435 ribu hektar. Setiap harinya, wilayah ini memproduksi sekitar enam juta butir kelapa.
Potensi sebesar itu dinilai belum optimal jika hanya dijual dalam bentuk mentah. Karena itu, hilirisasi menjadi agenda penting dalam pembahasan bersama pemerintah pusat.
Syahrial mengungkapkan, penataan desa tidak bisa hanya dilihat dari aspek pembangunan infrastruktur. Pengembangan ekonomi masyarakat harus mendapat porsi yang setara.
“Penataan desa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana potensi ekonomi masyarakat dapat dikembangkan. Oleh karena itu, seluruh usulan yang berkaitan dengan kelapa, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi perlu kita konsolidasikan agar dapat memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Konsolidasi usulan disebutnya sebagai langkah penting untuk memastikan dukungan program tepat sasaran. Infrastruktur, akses pembiayaan, dan keterlibatan kementerian menjadi bagian yang diusulkan.
Dengan pengembangan industri pengolahan, kelapa diharapkan tidak lagi sepenuhnya meninggalkan daerah asal sebagai bahan baku. Nilai tambah dapat diciptakan melalui produk olahan.
Pemerintah daerah juga berharap keterlibatan berbagai kementerian dapat mempercepat realisasi program. Termasuk dukungan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kawasan pesisir.
Hilirisasi kelapa menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi pesisir secara berkelanjutan. Terutama bagi keluarga-keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kelapa.
Sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga ekonomi masyarakat menjadi kunci. Dengan begitu, potensi besar kelapa Inhil dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kuala Selat.









