BERTUAHPOS.COM — Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau menargetkan peningkatan peringkat nasional dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah setelah konsisten bertahan di posisi lima besar. Restrukturisasi kepengurusan disiapkan untuk memperkuat program pengembangan keuangan syariah di seluruh kabupaten dan kota.
Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Riau Saidul Amin menyampaikan target tersebut dalam audiensi bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Restrukturisasi kepengurusan dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan struktur pemerintahan yang baru.
“Restrukturisasi ini dilakukan agar kepengurusan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekaligus memperkuat pelaksanaan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Riau,” ujar Saidul Amin, di Pekanbaru.
Pihaknya melaporkan capaian Riau yang masih berada di jajaran lima besar nasional. Posisi ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kinerja ke depan.
“Kami bersyukur Riau mampu mempertahankan posisi tersebut. Ke depan kami akan terus meningkatkan kinerja agar dapat meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional,” katanya.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyambut baik laporan kinerja KDEKS Riau. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi.
“Posisi lima besar nasional merupakan modal penting. Ke depan, kita harus terus memperkuat kolaborasi agar Riau mampu menjadi salah satu daerah terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujar SF Hariyanto.
Pengembangan ekonomi syariah harus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan program.
“Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama. Kami ingin ekonomi syariah memberi manfaat langsung bagi masyarakat Riau,” kata SF Hariyanto.
KDEKS Riau akan terus mendorong inovasi produk dan layanan keuangan syariah yang inklusif. Penguatan literasi dan edukasi masyarakat menjadi prioritas dalam agenda kerja mendatang.









