• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

DBH 2024 Tertahan Rp70,2 Triliun, Mendagri Sebut Ancaman Bagi Gaji PPPK Daerah

Ram by Ram
31 Juli 2026
DBH 2024 Tertahan Rp70,2 Triliun, Mendagri Sebut Ancaman Bagi Gaji PPPK Daerah

Foto Grafis: Bertuahpos

230
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah pusat belum menyalurkan Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp70,2 triliun kepada 431 pemerintah daerah. Keterlambatan ini dinilai menghambat kemampuan pemda membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan skema penyelesaian telah disiapkan bersama Kementerian Keuangan. Top up Dana Alokasi Umum akan diberikan kepada daerah yang tidak memiliki DBH atau masih mengalami kekurangan.

“Kalau DBH ini dibayarkan maka PPPK ini sebagian besar daerah ini beres. Kecuali daerah-daerah itu tidak memiliki DBH atau mengalami DBH kurang bayar,” ujar Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Gedung DPR, Kamis, 30 Juli 2026.

Nilai DBH kurang bayar mencapai Rp83,5 triliun yang terdiri dari DBH pajak Rp43,3 triliun dan DBH sumber daya alam Rp40,2 triliun. Setelah dikurangi DBH lebih bayar sebesar Rp13,3 triliun, kewajiban bersih pemerintah pusat menjadi sekitar Rp70,2 triliun.

Sebanyak 31 provinsi, 317 kabupaten, dan 83 kota masih menanti pencairan dana tersebut. Rincian DBH lebih bayar meliputi DBH pajak Rp1,2 triliun, DBH SDA Rp9,6 triliun, dan DBH sawit Rp2,3 triliun.

Pemerintah telah menyetujui skema top up DAU bagi daerah yang tidak memiliki alokasi DBH. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut telah menyiapkan skema pencairan untuk mengatasi kekurangan dana di daerah.

“Caranya yaitu dengan cara top up DAU. Dan ini sudah disiapkan skema itu oleh Bapak Menteri Keuangan. Mudah-mudahan masalah PPPK ini akan bisa diatasi, tapi bukan dibayar dari APBN,” kata Tito.

Kemendagri melalui Ditjen Bina Keuangan Daerah bersama Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu juga melakukan rekonsiliasi data keuangan daerah. Sistem Informasi Pemerintahan Daerah digunakan untuk memastikan rincian kebutuhan anggaran setiap daerah.

Pemerintah menegaskan tidak ada opsi merumahkan atau memberhentikan PPPK akibat tekanan fiskal. Tito meminta pemerintah daerah lebih kreatif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah tanpa membebani masyarakat.

“Kira-kira demikian rencananya, yang jelas tidak ada opsi untuk merumahkan, apalagi memberhentikan PPPK. Mendorong PAD agar dapat tinggi tetapi tidak memberatkan rakyat, ini membutuhkan kreativitas dan kemampuan kewirausahaan oleh para kepala daerah,” tutur Tito.

Tags: dbhekonominasional
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Ram

Ram

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Next Post
Bocoran Spesifikasi iQOO Neo 11S, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Sensor Ultrasonik 3D

Bocoran Spesifikasi iQOO Neo 11S, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Sensor Ultrasonik 3D

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.