Ekonomi Riau triwulan III-2025 tumbuh 4,98%, didorong sektor nonmigas seperti industri pengolahan, pertanian, dan jasa yang terus menguat.
BERTUAHPOS — Perekonomian Provinsi Riau pada triwulan III tahun 2025 mencatat pertumbuhan positif, baik secara triwulanan maupun tahunan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp307,01 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp152,77 triliun.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa secara q-to-q, ekonomi Riau tumbuh 3,54%, didorong oleh peningkatan di berbagai sektor. Lapangan usaha Konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi 11,05%, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (9,87%), serta Jasa Pendidikan (8,77%).
Menurut Asep, sektor konstruksi yang melonjak menandakan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur dan properti. Sementara Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi sektor andalan dengan pertumbuhan 7,21%.
Dari sisi produksi, struktur ekonomi Riau masih didominasi oleh Industri Pengolahan dengan kontribusi 30,13%, disusul oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (28,99%), Pertambangan dan Penggalian (15,64%), Konstruksi (9,68%), serta Perdagangan Besar dan Eceran (9,40%). Secara keseluruhan, kelima sektor ini menopang 93,84% perekonomian Riau.
Secara tahunan (y-on-y), ekonomi Riau tumbuh 4,98%. Pertumbuhan tertinggi berasal dari Jasa Lainnya (13,95%), diikuti Jasa Perusahaan (10,97%) dan Jasa Pendidikan (8,62%). Industri Pengolahan turut tumbuh solid 7,17%, sementara sektor pertanian naik 5,39%.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan triwulanan didorong oleh Ekspor Luar Negeri yang naik signifikan 10,75%, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,77%. Namun, Konsumsi Rumah Tangga dan Lembaga Nonprofit (LNPRT) justru mengalami kontraksi 0,96% dan 2,32%.
Secara tahunan, Ekspor Luar Negeri menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi 19,94%, diikuti oleh Konsumsi Rumah Tangga (4,73%) dan PMTB (2,15%). “Ekspor nonmigas seperti produk industri pengolahan dan hasil pertanian memberikan dorongan besar terhadap ekonomi Riau,” jelas Asep.
Secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Riau tumbuh 4,74%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang sektor Jasa Lainnya (10,57%), Jasa Perusahaan (9,26%), dan Jasa Pendidikan (9,21%). Jika tanpa migas, ekonomi Riau tumbuh lebih tinggi yakni 5,54% (y-on-y), meningkat dari 3,96% tahun lalu.
“Hal ini menunjukkan struktur ekonomi Riau semakin kuat di luar sektor migas. Industri pengolahan, pertanian, dan jasa menjadi motor penggerak utama,” ujarnya.
Secara spasial, Riau menyumbang 5,14% terhadap perekonomian nasional, menjadikannya provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Asep menegaskan, tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat hilirisasi industri, ekspor nonmigas, dan pertanian berkelanjutan.***









