• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3,3%, OJK: Sektor Keuangan Tetap Stabil

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
9 September 2026
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa defisit transaksi berjalan triwulan II-2026, tercatat mengalami meningkat 3,3 persen dari PDB. Walau begitu, stabilitas di Sektor Jasa Keuangan dinilai masih tetap terjaga.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan defisit transaksi berjalan yang melebar terjadi seiring masih berlanjutnya defisit neraca perdagangan pada Juni 2026.

“Kondisi ini menjadi salah satu perhatian utama OJK dalam memitigasi risiko eksternal,” katanya lewat keterangan resmi.

Dari sisi global, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi sumber ketidakpastian itu. Konflik di Iran yang belum mereda serta tertutupnya Selat Hormuz mengganggu jalur distribusi energi dunia.

“Gangguan pada jalur distribusi tersebut memicu volatilitas harga minyak dan komoditas. Tekanan inflasi global pun tetap tinggi dan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya,” ujarnya.

Fenomena El Nino yang berkepanjangan juga memperberat kondisi. Kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai kawasan dunia meningkatkan risiko gagal panen serta lonjakan harga pangan.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global mayoritas termoderasi. AS mencatat pertumbuhan di bawah ekspektasi dengan pasar tenaga kerja yang melemah.

Tiongkok mengalami perlambatan PDB menjadi 4,3 persen secara tahunan pada triwulan II-2026. Sektor produksi dan permintaan domestik Tiongkok menunjukkan sinyal pelemahan berkelanjutan.

Di pasar keuangan global, imbal hasil obligasi pemerintah negara maju terus naik. Hal itu didorong kebutuhan pendanaan belanja modal hyperscalers serta kebijakan moneter restriktif.

Aliran dana nonresiden keluar dari pasar keuangan negara emerging markets masih berlangsung. Kondisi ini turut menambah tekanan bagi ekonomi berkembang termasuk Indonesia.

Namun, perekonomian domestik masih menunjukkan daya tahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tercatat 5,29 persen secara tahunan.

Angka tersebut sedikit melambat dari triwulan I-2026 yang sebesar 5,61 persen. Investasi dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama, dibarengi konsumsi rumah tangga yang solid.

Inflasi Agustus 2026 berada di 3,19 persen secara tahunan. Sementara itu, aktivitas manufaktur berada pada zona kontraksi dengan PMI 49,8.

Di tengah berbagai indikator tersebut, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap solid. Koordinasi bersama otoritas terkait terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan.

“OJK berkomitmen menjaga ketahanan sistem keuangan nasional. Seluruh instrumen pengawasan dimaksimalkan untuk menghadapi tantangan eksternal yang masih tinggi,” katanya.

Tags: Defisit Transaksi Berjalanekonomi globalinflasiOjkpertumbuhan ekonomiPMI ManufakturSektor Jasa KeuanganSelat Hormuz
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank
Ekonomi

Harga Emas Dunia Makin Tertekan Akibat Gejolak Energi dan Tekanan Geopolitik

...

Read moreDetails
Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

Rencana Merger Bank, Lebih dari 200 BPR Masih Proses Konsolidasi

Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun, Ini Catatan OJK

Investor Pasar Modal RI Tembus 32,17 Juta, Tumbuh 57,96%

Investor Pasar Modal RI Tembus 32,17 Juta, Tumbuh 57,96%

7 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Modal Inti Rp100 Miliar, Ini Kata OJK 

7 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Modal Inti Rp100 Miliar, Ini Kata OJK 

Next Post
QRIS Indonesia Bidik Hongkong, India dan Arab Saudi untuk Perluas Jaringan

BI Catat Transaksi Menggunakan QRIS Tembus Rp15 Miliar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.