BERTUAHPOS.COM — Asuransi harta benda atau properti tercatat sebagai lini usaha dengan kontribusi premi terbesar di industri asuransi umum pada Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi harta benda pada periode tersebut mencapai Rp18,54 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, memaparkan data tersebut dalam lembar jawaban Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Agustus 2026, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Ia menyebut tiga lini usaha terbesar di asuransi umum pada Juli 2026 adalah harta benda sebesar 25,15%, asuransi kredit sebesar 16,95%, dan kendaraan bermotor sebesar 16,67%.
“Ketiganya masih memiliki prospek, masing-masing didukung oleh aktivitas ekonomi dan pembangunan, perkembangan pembiayaan, serta mobilitas masyarakat,” sebut Ogi.
Dia mengtaakan, bahwa ketiga lini usaha tersebut secara bersama-sama menyumbang hampir 60% dari total premi industri asuransi umum.
Khusus untuk asuransi harta benda, Ogi menegaskan prospeknya masih terbuka ke depan. “Prospeknya tetap terbuka sejalan dengan aktivitas ekonomi dan pembangunan, dengan tetap memperkuat risk assessment dan pricing,” tegasnya.
Selain data premi asuransi umum, OJK turut mengungkap hasil investasi kedua industri asuransi yang kompak berada di kisaran Rp5 triliun pada Juli 2026. “Berdasarkan data Juli 2026, hasil investasi tercatat sebesar Rp5,05 triliun pada industri asuransi jiwa dan Rp5,34 triliun pada industri asuransi umum dan reasuransi,” ungkap Ogi.
Dari sisi industri asuransi jiwa, struktur premi menunjukkan pola berbeda antara premi produksi baru dan premi lanjutan. Pada premi produksi baru, segmen kumpulan pada Juli 2026 tercatat lebih tinggi, yaitu Rp38,36 triliun, dibandingkan segmen perorangan sebesar Rp25,24 triliun.
Namun pada premi lanjutan, kondisi berbalik dengan segmen perorangan justru lebih besar, yakni Rp29,70 triliun dibandingkan Rp5,81 triliun pada segmen kumpulan. Perbedaan pola ini mencerminkan karakteristik pasar yang berbeda antara kedua segmen dalam industri asuransi jiwa.
Ogi menilai kedua segmen tersebut, baik kumpulan maupun perorangan, masih memiliki prospek yang baik sesuai karakteristik pasarnya masing-masing. OJK menyebut hasil investasi pada industri asuransi jiwa dan umum masih berpeluang tumbuh, meski tetap dipengaruhi kondisi pasar dan perekonomian secara keseluruhan.
“Sehingga OJK melihat kedua segmen masih memiliki prospek yang baik dengan karakteristik pasar masing-masing,” pungkas Ogi.









