BERTUAHPOS.COM — Arah ekonomi Riau kini semakin tegas bergeser ke sektor non migas. Hal ini diungkapkan oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam Sosialisasi Kepatuhan Investasi Terpantau Bagi PMA/PMDN melalui pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko, di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu, 13 Mei 2026.
“Sekarang sudah terlihat jelas bahwa arah ekonomi kita semakin bergeser ke sektor non migas. Ini menandakan bahwa sektor-sektor lain juga semakin tumbuh,” katanya.
Sementara itu, data BPS menunjukkan bahwa ekonomi Riau tanpa migas mengalami pertumbuhan hingga 5,86 persen pada triwulan I-2026. Angka ini tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan sebesar 4,89 persen.
SF Hariyanto menegaskan bahwa capaian ini menyadi sinyal bahwa pergeseran struktur ekonomi Riau semakin jelas. Pertumbuhkan ekonomi tanpa migas, kata dia, diperkuat oleh sektor industri pengolahan, pertanian, serta jasa menjadi motor penggerak utama.
Adapun sektor perdagangan dan jasa mencatatkan kontribusi dominan terutama dalam beberapa kuartal terakhir. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,87 persen pada triwulan I-2026.
Selain itu, posisi Riau di peta ekonomi nasional pun kian diperhitungkan. Kontribusi Riau terhadap perekonomian nasional mencapai 5,14 persen, menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Sepanjang 2025, ekonomi Riau tanpa migas tumbuh 5,40 persen, membaik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 4,10 persen.
“Oleh karena itu, kami mendorong penguatan dan percepatan konektivitas sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Hariyanto. []









