BERTUAHPOS.COM — Investor muda mendominasi pasar saham di Provinsi Riau. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Agustus 2026 menunjukkan 85,4 persen investor saham berusia di bawah 40 tahun, dengan nilai transaksi sepanjang tahun berjalan mencapai Rp47,8 triliun.
Kepala BEI Riau, Emon Sulaeman, merincikan bahwa investor usia 18-25 tahun mencapai 36,7 persen, usia 26-30 tahun sebesar 25,4 persen, dan usia 31-40 tahun sebanyak 23,3 persen.
Dari sisi pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar dengan porsi 36 persen. Berikutnya adalah pelajar sebesar 19 persen dan pengusaha sebanyak 16,5 persen.
Emon menyebut pertumbuhan investor pasar modal di Riau hingga Agustus 2026 masih signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Pertumbuhan investor di Riau masih sangat baik, bahkan tumbuh signifikan untuk investor pasar modal sebesar 260% jika kita banding dengan pertumbuhan setahun lalu,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Secara keseluruhan, data BEI Riau mencatat 711.432 investor pasar modal dan 202.400 investor khusus saham di provinsi tersebut.
Kenaikan jumlah investor berjalan seiring aktivitas transaksi. Hingga Agustus 2026, transaksi tercatat Rp47,8 triliun, sedangkan total transaksi sepanjang 2025 berada di level Rp60,4 triliun.
Menurut Emon, rata-rata transaksi pada 2026 hingga Agustus tumbuh 18,7 persen dibandingkan 2025. Ia juga melihat masyarakat mulai beraktivitas di produk pasar modal selain saham.
“Pola investasi masyarakat cenderung bertambah dari transaksi saham ataupun dari produk pasar modal lainnya,” kata Emon.
Pergerakan harga saham disebut menjadi salah satu pendorong. Kata Emon, masyarakat Riau memanfaatkan momentum pergerakan harga saham yang sangat lebar di tahun ini. Kondisi itu membuat investor sangat mungkin untuk melakukan transaksi dalam jangka pendek.
Emon menambahkan, kalangan investor masih optimis terhadap prospek investasi di pasar modal. Hal itu dapat dilihat dari aktifnya transaksi di tengah tantangan daya beli. Namun, tantangan terbesar ada pada pemahaman risiko.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana membuka mindset masyarakat untuk mulai berani mengambil risiko karena dibalik setiap risiko tentu ada keuntungan dan risiko-keuntungan akan selalu berjalan sejajar,” tuturnya.
“Kami terus melakukan intervensi pengetahuan investasi yang bijak kepada masyarakat bekerja sama dengan simpul-simpul masyarakat berbagai kalangan untuk bersama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan terkhusus pasar modal,” kata Emon.









