BERTUAHPOS.COM — Impor nonmigas Riau berdasarkan golongan barang melonjak 147,12 persen sepanjang Januari hingga Mei 2026, mencapai US$1.557,92 juta. Lonjakan itu ditopang oleh kebutuhan barang modal yang meroket 2.011,25 persen.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan, kondisi ini merupakan sinyal atas penguatan aktivitas ekonomi dan investasi, terutama di sektor strategis Riau.
“Total nilai impor nonmigas Januari–Mei 2026 mencapai US$1.557,92 juta, naik 147,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Dari 10 golongan barang utama nonmigas itu menyumbang setidaknya 91,27 persen dari total impor dengan nilai US$1.421,96 juta. Sedangkan 9 di antaranya mengalami peningkatan nilai yang signifikan.
Golongan kapal terbang dan bagiannya mencatatkan kenaikan paling ekstrem sebesar 54.918,49 persen atau senilai US$779,41 juta. Kayu dan barang dari kayu juga naik 75,82 persen, diikuti pupuk yang meningkat 18,31 persen.
Sementara itu, untuk bahan kimia anorganik tercatat naik 85,99 persen, bahan kimia organik naik 35,56 persen, serta mesin-mesin dan pesawat mekanik naik 19,75 persen. Kertas dan karton meningkat 49,80 persen, garam, belerang, dan kapur naik 22,43 persen, serta gandum-ganduman naik 7,31 persen.
Satu-satunya golongan yang mengalami penurunan adalah bubur kayu atau pulp yang terkoreksi 27,95 persen atau US$22,22 juta. “Pada Mei 2026 saja, nilai impor sepuluh golongan barang nonmigas utama mencapai US$520,84 juta, naik 418,59 persen dibandingkan Mei 2025,” kata Asep Riyadi.
Dari sisi negara asal, Prancis mendominasi impor nonmigas Riau dengan kontribusi 50,19 persen atau US$781,91 juta. Tiongkok menyusul dengan kontribusi 10,98 persen dan Vietnam 6,61 persen.
Kenaikan impor dari Prancis mencapai 36.518,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Prancis menjadi negara asal impor terbesar, didorong oleh pengadaan kapal terbang dan bagiannya yang menyumbang sebagian besar lonjakan impor barang modal,” jelasnya.
Kontribusi ASEAN terhadap impor nonmigas Riau tercatat 16,53 persen atau US$257,59 juta, sementara Uni Eropa mendominasi dengan 53,91 persen atau US$839,84 juta. Pada Mei 2026, impor dari 13 negara utama senilai US$523,19 juta naik 444,84 persen dibandingkan Mei 2025.
Berdasarkan golongan penggunaan, impor barang modal memberikan kontribusi terbesar sebesar 53,01 persen atau US$862,97 juta. Bahan baku dan penolong menyumbang 46,81 persen, sementara barang konsumsi hanya 0,18 persen.
Kenaikan impor barang modal sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 2.011,25 persen, bahan baku naik 20,38 persen, dan barang konsumsi naik 27,80 persen. Pada Mei 2026, barang modal naik 5.668,28 persen secara tahunan.
Lonjakan impor nonmigas Riau ini mengindikasikan adanya proyek strategis berskala besar yang membutuhkan alih teknologi dan peralatan dari luar negeri. Struktur impor yang didominasi barang modal juga menunjukkan transformasi ekonomi Riau menuju industrialisasi yang lebih maju dan padat modal.









