• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Wabah dan Mitos Cacar Zaman Dahulu

Romi J. by Romi J.
9 Maret 2021
150
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dulu, cacar dianggap sebagai kutukan. Cacar dipercaya disebabkan oleh mahluk halus.

Seperti yang dipercaya oleh masyarakat Pulau Buru, Maluku. Mereka mempercayai bahwa penyakit cacar disebabkan oleh mahluk halus yang datang dari laut. Sebagai langkah pencegahan, mereka membuatkan rakit agar cacar tak masuk desa.

Dilansir dari Historia.id, masyarakat suku Kubu di pedalaman Sumatera dan juga Dayak di Kalimantan mempunyai mitos berbeda. Mereka percaya, bahwa jika ingin terhindar dari cacar, mereka harus menghindari dataran rendah dan juga orang asing. Transaksi juga dilakukan dengan barter bisu, dari jarak jauh. Dengan cara ini, terbukti hanya tiga kali suku Kubu terserang wabah cacar.

Di beberapa daerah lain, seperti Aceh, Batak, Bali, dan Sulawesi, penduduk akan meninggalkan kampungnya jika ada orang yang terserang cacar. Mereka percaya cacar dibawa roh halus, sehingga mereka harus pergi dari kampung itu dan membangun rumah di tempat lain.

Tradisi penguburan orang yang meninggal karena cacar juga berbeda sama sekali. Kematian karena cacar dianggap sebagai sesuatu yang buruk, dan rohnya tak akan diterima di surga. Penguburan orang yang mati karena cacar juga tak memakai ritual apapun.

Dari catatan yang ada, cacar pertama kali ditemukan di nusantara pada tahun 1558 di Ambon dan Ternate. Karena kurang akses terhadap ilmu medis, membuat mitos cacar berkembang di masyarakat nusantara kuno. (bpc4)

Tags: cacarmitos cacarwabah
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Warga di Riau Diminta Waspadai Penyakit Cacar Monyet, Sudah Ada Temuan Kasus?
Berita Pilihan

Warga di Riau Diminta Waspadai Penyakit Cacar Monyet, Sudah Ada Temuan Kasus?

...

Read moreDetails
Wabah Bakteri Pemakan Daging

Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

wabah flu burung di australia

Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

burung bangau mati

Mewabah di Israel, Ribuan Burung Bangau Mati

vaksin covid

IDI: Tak Ada Wabah Reda Tanpa Vaksin

Kala Wabah Black Death Memusnahkan Populasi Eropa

Next Post

Tak Hanya Pencipta Lagu, WR Supratman Juga Penulis Buku, Tapi Dibredel Belanda 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.