• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tangis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Junaidi by Junaidi
21 November 2020
146
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Bagaimana dengan tangis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Apa yang menyebabkan nabi yang mulia menangis?

Berikut penjelasan menurut beberapa riwayat. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu mengatakan, suatu ketika nabi bertemu dengannya dan berkata, Bacakan suatu ayat AL Quran untukku. Maka Ibnu Mas’ud mengatakan, “Wahai rasulullah, bagaimana mungkin saya membacakan ayat untuk engkau? sedangkan ayat itu diturunkan kepada engkau”

Rasulullah berkata, aku suka mendengarkannya dari orang lain. Maka Abdullah bin Mas’ud membacakan surat An Nisa ayat 41.

“Dan bagaimana (keadaan orang kafir nanti) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap umat dan kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka”

Nabi Muhammad Rasulullah bersabda, “Cukup sampai disini saja.”

Lalu Abdullah bin Masud melihat Rasulullah menangis mencucurkan air mata. (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Thobroni). Baca: Bicara Nabi

Selain itu nabi Muhammad Rasulullah juga pernah menangis ketika saat sholat.

Dari Abdullah bin Syakir mengabarkan, “Saya pernah menghampiri Rasulullah sewaktu beliau sedang shalat. Dari dada beliau saya mendengar suara seperti air mendidih yang disebabkan oleh tangisan beliau,”. Diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad.

Nabi yang mulai juga menangis ketika Utsman bin Mazh’un Meninggal. Dari Ibunda Aisyah menurutkan, “Rasulullah mencium Utsman bin Mazh’un yang telah meninggal, sementara beliau menangis, berlinang air mata. (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Nabi Muhammad, lahir di Mekkah, 570 – meninggal di Madinah, 8 Juni 632). Merupakan seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim. Nabi Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Nabi Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya. (bpc1)

Tags: baginda rasulullahnabi muhammadRasulullah
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Junaidi

Junaidi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

juru bicara nupur shrma
Berita

Ancam Penggal Kepala Nupur Sharma, YouTuber Faisal Wani Ditangkap

...

Read moreDetails
mesjid tertua di madinah

Berwisata Religi ke Mesjid Tertua di Pinggiran Kota Madinah

Rasulullah Lahir dari Keturunan yang Baik

Benarkah Ibu dan Ayah Rasulullah SAW Kafir?

Rasulullah SAW Berasal dari Keturunan yang Baik

Catatan 10 Oktober: Peristiwa Karbala, Pembantaian Cucu Rasulullah SAW

Next Post

Pembelotan Tentara Muslim India untuk Indonesia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.