• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mahasiswa KKN MBKM Unri Dorong Kelompok Wanita Tani Desa Mantiasa Ciptakan Pupuk Organik dan Pestisida Alami

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Agustus 2024
Mahasiswa KKN MBKM Unri Dorong Kelompok Wanita Tani Desa Mantiasa Ciptakan Pupuk Organik dan Pestisida Alami
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Riau mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Mantiasa, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia dalam pertanian.

Mahasiswa KKN MBKM tersebut mengadakan sosialisasi dan demonstrasi tentang pembuatan pupuk organik dan pestisida alami dengan tema “Pertanian Organik”.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Mahasiswa KKN MBKM di Desa Mantiasa. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan anggota KWT dalam mendukung pertanian berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN MBKM Unri, Rika Angraini.

Adapun bentuk kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pembuatan pupuk organik dari limbah daun, khususnya serasah daun karet. Bahan-bahan yang digunakan antara lain serasah daun karet, EM4, tanah, dan gula.

Rika menjelaskan, proses pembuatan pupuk organik ini melibatkan pencampuran serasah daun karet dengan larutan EM4 dan gula, yang kemudian dimasukkan ke dalam tong komposter dan ditutup selama dua minggu.

Selain pupuk organik, mahasiswa KKN MBKM dan anggota KWT juga membuat pestisida alami berbahan dasar daun pepaya.

“Proses pembuatannya melibatkan perajangan daun pepaya segar yang direndam dalam campuran air, minyak tanah, dan detergen. Setelah direndam semalam, larutan tersebut disaring dan siap digunakan sebagai pestisida alami untuk melindungi tanaman dari hama,” katanya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan.

Desa Mantiasa sendiri dikenal sebagai daerah penghasil karet dan sagu, namun penggunaan bahan kimia masih menjadi pilihan utama dalam perawatan tanaman karena ketersediaannya yang mudah dan cepat.

Ketua KWT Desa Mantiasa, Rokhibah, menyambut baik kegiatan ini. “Kami merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN MBKM UNRI. Limbah daun karet yang selama ini dibuang dan diabaikan ternyata memiliki banyak manfaat bagi tanaman-tanaman kami,” tuturnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Mantiasa dapat lebih memahami pentingnya penggunaan pupuk organik dan pestisida alami yang mudah dan murah untuk diproduksi sendiri, serta mendukung keberlanjutan pertanian di daerah mereka.***

Tags: edukasikukerta
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital
Regional

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital

...

Read moreDetails
Pendidikan Berkarakter Terancam Hilangnya Nomenklatur Madrasah

Pendidikan Berkarakter Terancam Hilangnya Nomenklatur Madrasah

Beasiswa Pemprov Riau Dibuka untuk Mahasiswa Berprestasi, Cek Selengkapnya di Sini

Beasiswa Pemprov Riau Dibuka untuk Mahasiswa Berprestasi, Cek Selengkapnya di Sini

Jepang Justru Adopsi Pendidikan Islam untuk Bentuk Karakter Anak Usia Dini

Jepang Justru Adopsi Pendidikan Islam untuk Bentuk Karakter Anak Usia Dini

Gelar Diskusi Publik, LPIP Hadirkan Para Pakar Ulas Masa Depan Pendidikan Islam dan Degradasi Moral

Gelar Diskusi Publik, LPIP Hadirkan Para Pakar Ulas Masa Depan Pendidikan Islam dan Degradasi Moral

Stadion Utama Riau

11 Ribu Lebih Ijazah Alumni Menumpuk di Sekolah, Ini Kata Kadisdik Riau

Next Post
Bacalon Gubernur Riau Abdul Wahid Komitmen Percepat Replanting Kelapa di Inhil

Bacalon Gubernur Riau Abdul Wahid Komitmen Percepat Replanting Kelapa di Inhil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.