BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Provinsi Riau, melalui Program Beasiswa 2026, menyasar ribuan mahasiswa di seluruh provinsi untuk menyalurkan beasiswa dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp62 miliar untuk membiayai pendidikan 3.644 mahasiswa penerima manfaat.
Asisten III Setdaprov Riau M Job Kurniawan menegaskan, bahwa program beasiswa dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau secara berkelanjutan.
“Kita ingin semakin banyak anak Riau sesuai bakat dan melanjutkan pendidikan kemampuannya, memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia kerja, serta berkontribusi nyata dalam menurunkan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau,” ujar Job.
Selain program beasiswa dari APBD, Riau juga mendapatkan manfaat dari program BPDP Kelapa Sawit yang tercatat menanggung 1.341 penerima beasiswa asal Provinsi Riau. Dua program beasiswa ini berjalan beriringan dan saling melengkapi untuk memastikan semakin banyak putra-putri Riau bisa mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Beasiswa Riau 2026 juga menjadi pesan nyata dari pemerintah bahwa tidak ada alasan bagi generasi muda Riau untuk berhenti bermimpi dan berhenti belajar. Job mendorong seluruh pelajar Riau agar percaya diri melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa rasa ragu.
“Artinya, anak-anak Riau harus percaya diri untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita setinggi mungkin,” ucap Job penuh semangat.
Di sisi lain, Pemprov Riau juga memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi dan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini menjadi ujung tombak di lapangan. Meski beberapa tahun terakhir daerah menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat, pendidikan tetap menjadi prioritas utama Gubernur Riau yang tidak bisa dikompromikan.
Job menyampaikan kabar baik bahwa kondisi fiskal daerah diprediksi mulai membaik pada 2027, dan momen itu akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas serta kesejahteraan tenaga pendidik secara bertahap. Perhatian khusus juga akan diberikan kepada guru non-ASN yang selama ini terus mengabdi dengan penuh ketulusan meski dalam keterbatasan.
“InsyaAllah, dengan kondisi fiskal daerah yang mulai membaik pada tahun 2027, Pemprov Riau akan terus berupaya meningkatkan kualitas, pemerataan, dan kesejahteraan tenaga pendidik secara bertahap dan berkeadilan. Termasuk perhatian terhadap guru non-ASN yang selama ini tetap mengabdi dengan penuh ketulusan,” terangnya.
Pemprov Riau juga berkomitmen untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, termasuk melalui pemanfaatan anggaran APBN untuk revitalisasi sekolah-sekolah di Riau pada tahun ini. Job menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar hasilnya benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Oleh karena itu, mari kita terus bergerak bersama, bersinergi, dan bekerja keras untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan merata di Provinsi Riau. Karena masa depan Riau ada di tangan generasi muda kita hari ini,” kata Job.









