• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Usaha Berkebun Tanpa Merun (II Habis), Kampung Lalang: Hasilnya Tak Sebagus Kalau Dibakar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
23 Agustus 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pemerintah sedang gencar memerangi kebakaran hutan dan lahan. Semua bentuk pembakaran di lahan dilarang.

Akibatnya, petani yang mempunyai tradisi merun sebelum bertanam juga mendapatkan efeknya. Merun, adalah salah satu metode membersihkan lahan dengan cara menumpukkan sisa dedaunan dan ranting kering kemudian dibakar. Lahan dengan merun dipercaya petani sangat subur.

Petani yang ada di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, juga terkena imbasnya. Petani mengaku banyak tentara datang ke kampung, untuk melihat apakah ada kebakaran. Petani jadi takut memerun.

Kemudian, datang bantuan NGO ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) melalui konsorsium Yayasan Mitra Insani (JMGR dan Fitra Riau). Petani dilatih untuk melakukan penanaman, tanpa melakukan merun.

Salah satu caranya adalah dengan program Pertanian Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Petani Kampung Lalang dilatih membuat pupuk cair alami F1 M-Bio.

Baca : Usaha Berkebun Tanpa Merun (I): Kampung Penyengat

“Memerun atau membakar lahan ini gunanya adalah untuk mengurangi asam dari lahan gambut ini. Nah, karena tak boleh lagi memerun, kami diajarkan membuat pupuk cair alami untuk mengurangi asam lahan gambut. Namanya pupuk F1 M-Bio,” kata Ketua Kelompok Tani Harapan Baru, Doni kepada bertuahpos.com, Jumat 23 Agustus 2019.

Pupuk F1 M-Bio sendiri berbahan dasar sisa atau sampah nenas, tomat busuk, kemudian dicampur tepung tapioka, terasi, dan gula pasir. Kemudian, bahan-bahan tersebut dimasak selama 30 menit. Setelah didiamkan 18 jam, sebagai bakteri, dicampur kotoran ayam.

“Kemudian, esok harinya baru bisa digunakan. Modal satu liter kental pupuk F1 M-Bio ini Rp40 ribu. Satu liter bisa dicampur dengan 60 liter air, dan bisa digunakan untuk satu hektare lahan,” tambah Doni.

Menurut Doni, hasil tanaman dengan merun lebih bagus daripada tanpa merun. Tanaman dengan pupuk F1 M-Bio menurut Doni kurang hijau, dibandingkan dengan lahan dengan merun.

“Hasilnya tak sebagus dengan merun. Tapi, untuk ikut aturan, kita tetap menggunakan pupuk F1 M-Bio ini, dan tak lagi merun. Sekarang, sistem berkebun tanpa merun ini diikuti oleh anggota kelompok tani kita,” jelas Doni.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu petani Kampung Lalang, Tri. Menurut Tri, memang sudah ada panen dengan sistem PLTB ini, seperti jagung, kacang tanah, dan terong. Tri mengatakan tanaman di lahan merun memang lebih baik daripada lahan tanpa bakar. 

“Tapi kami jadi bergantung ke pupuk. Dulu kalau dibakar, tanahnya sudah subur, pupuknya sedikit saja. Tapi kalau tak dibakar, perlu pupuk F1 M-Bio, kompos, dolomit, banyak lagi. Hasilnya lebih memuaskan yang dibakar,” kata Tri.

Meski demikian, Tri mengatakan sudah bagus saat ini dengan pertanian tanpa bakar ini. Namun, dia mengharapkan ada pelatihan lanjutan bagi petani untuk tak lagi bergantung ke pupuk, khususnya pupuk kimia. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

3 Tipe Manusia Menurut Ibadahnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.