BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 7 Agustus 2025.
Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya produksi dan permintaan yang lesu dalam beberapa pekan ke depan.
Peningkatan stok yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat berpotensi menekan harga CPO lebih lanjut.
“Kami melihat harga CPO didukung pada level RM4.180 per ton, dengan resistensi di RM4.300 per ton,” kata pedagang minyak sawit, David Ng.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menyebut harga berjangka CPO memperpanjang tren penurunan untuk hari kedua berturut-turut.
Penurunan ini terjadi karena pelaku pasar mengambil keuntungan setelah lonjakan harga tajam pada hari Senin.
Meski kekhawatiran terhadap peningkatan pasokan masih membayangi, prospek permintaan yang positif “masih mampu menahan penurunan lebih dalam,” katanya.
Berikut data penutupan kontrak berjangka CPO:
- Agustus 2025 turun RM18 menjadi RM4.202 per ton
- September 2025 turun RM25 menjadi RM4.222 per ton
- Oktober 2025 turun RM27 menjadi RM4.240 per ton
- November 2025 turun RM23 menjadi RM4.257 per ton
- Desember 2025 turun RM19 menjadi RM4.270 per ton
- Januari 2026 turun RM14 menjadi RM4.280 per ton
Volume perdagangan meningkat menjadi 54.424 lot, dibandingkan 53.291 lot pada hari sebelumnya. Sementara itu, open interest juga naik menjadi 227.566 kontrak dari 226.626 kontrak. Adapun harga fisik untuk wilayah Selatan pada Agustus tetap stabil di level RM4.230 per ton.***
– Bernama









