• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Perizinan Perusahaan Grup APP Ini Harus Dievaluasi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 September 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Penggiat lingkungan di Riau meminta pemerintah segera melakukan evaluasi perizinan terhadap perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Provinsi Riau.

“PT. Bahara Induk, lokasi tewasnya Darmawan karena keganasan harimau di Inhil itu adalah perusahaan grup APP (Asia Pulp Paper),” kata Koordinator Jikalahari, Made Ali. 

Dia mengatakan PT. Bahara Induk yang menjai lokasi tewasanya Darmawan berada di ekosistem rawa gambut kerumutan, seluas 47.689 hektar. Jangka waktu berlaku izin selama 55 tahun terhitung sejak 27 Juli 1998 sampai dengan 27 Juli 2053.

Namun sejak tahun 2003, kata Made, PT Bhara Induk sudah tidak beraktivitas dan membiarkan konsesinya terlantar. 

Lansekap Kerumutan salah satunya terdiri atas Suaka Margasatwa (SM Kerumutan) berada di Kabupaten Pelalawan, Indaragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Luasnya sekira 120 ribu hektar.

“Tidak sampai dua tahun sudah empat orang korban meninggal, apakah KLHK masih menunggu korban selanjutnya baru melakukan evaluasi perizinan di Blok Kerumutan yang menjadi home range Harimau Sumatera?,” ungkapnya. 

Diantara rekomendasi Jikalahari, yakni meminta KLHK mereview amdal dan izin lingkungan seluruh perusahaan HTI dan sawit di Lansekap Kerumutan, termasuk PT.  Bahara Induk (APP Grup). 

Bertuahpos.com sudah melakukan upaya konfirmasi kepada perusahaan dan pihak-pihak terkait di dalam lingkaran APP Grup. 
Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggap apapun dari pihak bersangkutan termasuk membalas pesan singkat yang dikirim redaksi bertuahpos.com. 

Sebelumnya, seekor harimau kembali terkam manusia hingga tewas di konsesi PT Bhara Induk (APP Grup). Korbannya adalah Darmawan. Lokasinya di Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau. 

Kematian warga akibat diterkam harimau adalah bentuk kejahatan ekologis atas pembiaran rusaknya habitat Harimau Sumatera.

Dalam catatan Jikalahari, Peristiwa naas itu terjadi ketika Darmawan pergi mandi ke sumur yang berjarak 30 meter dari pondok yang ditempatinya. Andika sebagai saksi yang mendengar teriakan korban meminta tolong, ketika berlari kearah suara korban ia melihat harimau sedang menyerang korban.

Merasa takut karena sendiri, Andika lari mencari pertolongan, sekitar 3 jam setelah itu, Andika bertemu dengan rekannya Joni dan langsung menceritakan bahwa Darmawan telah dimangsa harimau.

“Harusnya kematian Darmawan tak perlu terjadi, jika pemerintah cepat merespon kematian warga yang sebelumnya juga terjadi dengan mengevaluasi izin korporasi HTI dan perkebunan kelapa sawit untuk mengembalikan fungsi lansekap Kerumutan sebagai ruang hidup harimau,” kata Made. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Hadapi Blitar Bandung United, PSPS Riau Targetkan Poin Penuh

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.