• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemerintah Siapkan Dana US$ 6 Miliar untuk Bangkitkan Industri Padat Karya

Pemerintah siapkan dana US$ 6 miliar untuk kebangkitan industri padat karya, Airlangga targetkan ekspor tekstil RI naik 10 kali lipat.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
6 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Dana US$ 6 Miliar untuk Bangkitkan Industri Padat Karya

Karyawan magang sedang belajar menjahit di Rumah Jahit Lestari, Riau | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar US$6 miliar untuk menghidupkan kembali kejayaan industri padat karya nasional, khususnya sektor tekstil, agar mampu bersaing di pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan penyediaan anggaran tersebut telah disetujui oleh Presiden sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur industri nasional.

“Pemerintah ingin melakukan perbaikan terhadap industri padat karya, terutama industri tekstil. Bapak Presiden sudah menyetujui,” katanya di Jakarta, Kamis 6 Februari 2026.

Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menyusun peta jalan atau roadmap pengembangan industri tekstil nasional. Saat ini, nilai ekspor industri tekstil Indonesia berada di kisaran US$4 miliar per tahun.

Melalui implementasi roadmap tersebut, pemerintah menargetkan nilai ekspor industri tekstil dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, seiring penguatan kapasitas produksi dan daya saing.

Menurut Airlangga, peluang peningkatan ekspor terbuka lebar karena Indonesia telah menjalin dan tengah merundingkan berbagai perjanjian dagang dengan mitra strategis, mulai dari kawasan Eropa, Asia, China, hingga Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa industri tekstil dan produk turunannya bukanlah sektor yang memasuki fase penurunan atau sunset industry. Permintaan global terhadap sandang dan alas kaki dinilai akan terus terjaga.

“Di dunia ada sekitar 8 miliar penduduk, dan tidak ada satu pun yang tidak membutuhkan pakaian atau sepatu. Artinya, pasar industri ini akan selalu ada,” ujarnya.

Sebagai contoh, Airlangga menyebut merek-merek global seperti Nike, Adidas, dan Zara yang terus berkembang, mencerminkan prospek jangka panjang industri tekstil dunia.

Karena itu, pemerintah meminta Otoritas Jasa Keuangan serta sektor perbankan tetap memberikan dukungan pembiayaan kepada industri padat karya, termasuk tekstil, garmen, alas kaki, dan furnitur.

Airlangga juga menilai Indonesia berpeluang kembali masuk dalam lima besar pemain industri tekstil dunia, setelah sebelumnya kehilangan momentum akibat pergeseran investasi dan alih fungsi kawasan industri menjadi properti.

“Sekarang kita harus melakukan re-invest. Dari sisi biaya energi, tenaga kerja, listrik, dan air, Indonesia justru lebih kompetitif dibandingkan Vietnam, China, maupun Thailand,” tutup Airlangga.***




 

Tags: bisnisnasional
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Fokus Dialihkan ke Pemberdayaan, 3,9 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos pada 2025

Fokus Dialihkan ke Pemberdayaan, 3,9 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos pada 2025

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.