• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pasar Karet Jangan Bergantung Pada Eskpor

Tim Redaksi by Tim Redaksi
9 November 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU– Dalam kurun waktu satu (1) tahun terakhir karet mengalami penurunan harga yang signifikan. Pada tahun 2013, harga karet berada pada posisi Rp 13.000-15.000 per kilogramnya. Namun pada tahun 2014 ini harga karet menurun tajam hinga Rp 5.000-7.000 per kilogramnya.

Penurunan tajam ini disebabkan oleh menurunnya permintaan karet dunia kepada Indonesia. Untuk itu diperlukan sebuah langkah cepat dari pemerintah terutama pusat untuk membuat sebuah regulasi khusus untuk hilirisasi produk karet. Dimana, dengan hilirisasi karet ini, Indonesia tidak lagi dikenal sebagai negara penghasil karet alam namun juga dikenal sebagai negara penghasil produk berbahan dasar karet.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kadisbun Riau, Drs. H Zulher MS, saat dihubungi, Minggu (9/11/2014) siang. Zulher secara jelas menyatakan nasib petani karet diseluruh Indonesia bergantung kepada kebijakan pemerintah pusat untuk hilirisasi. Dengan hilirisasi, maka nilai jual karet rakyat akan terus terangkat.

Zulher menerangkan bahwa penyebab jatuhnya harga karet disebabkan oleh beberapa faktor yaitu triangle penghasil karet yaitu Indonesia,  Malaysia dan Thailand bukan lagi yang terbesar. Namun saat ini negara seperti Brazil, Cina, Vietnam, Beberapa negara latin dan afrika telah memiliki cadangan karet untuk ekspor sehingga menyebabkan perdagangan karet mengalami persaingan yang ketat.

Apalagi lanjutnya, Tiongkok telah menurunkan nilai impor karetnya dari Indonesia karena telah memiliki basis produksi tersendiri. penyebab selanjutnya adalah permintaan karet alam yang semakin menurun karena telah tergerus oleh karet sintetis (buatan). Dimana, beberapa dekade sebelumnya karet sintetis hanya dijadikan sebagai bahan campuran karet alam namun sekarang hal itu terbalik dengan karet alam sebagai pencampur karet sintetis dalam produksi suatu produk berbahan dasar karet. Disamping itu ada beberapa alasan lainnya yaitu Perlambatan ekonomi dunia, kualitas karet kita yang kalah saing dengan karet negara lain ataupun yang lainnya.

“Faktor tersebut menyebabkan karet kita tidak laku di pasar global. Apalagi hingga kini, kita belum bisa meningkatkan kualitas karet yang kita hasilkan yang sesuai dengan standar pasar global. Solusi yang tepat mengatasi penurunan harga ini, maka sebaiknya pemerintah pusat segera membuat sebuah regulasi khusus tentang hilirasi karet maupun mendorong swasta untuk melirik industri berbahan dasar karet seperti ban, sepatu, ataupun yang lainnya. Kita tidak lagi menjual karet alam namun kita menjual ke pasar dunia produk olahan karet. Dengan adanya langkah ini maka nilai jual produk kita akan semakin kuat dan petani kita akan diselamatkan”ujar Zulher.

Ditanya tentang langkah yang telah dilakukan oleh Disbun Riau untuk mengatasi gejolak penurunan harga karet ini, menurutnya Disbun Riau telah berbuat sesuai dengan Tupoksinya yaitu program perbaikan kualitas karet. Diantara programnya yaitu pemberantasan/penggantian bibit palsu, peremajaan kebun karet rakyat yang tidak mampu, perbaikan jalan produksi, mengatas hama/penyakit, membantu petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, bimbingan/penyuluhan ataupun yang  lainnya.

“Kami dibatasi oleh tupoksi dan anggaran. Tidak semua kebun karet rakyat yang bisa kita remajakan atau kita bantu. Kita berharap pemahaman petani untuk memiliki kebun yang berkualitas terus meningkat, karena bagaimanapun kebun karet bagi petani kita itu merupakan sumber utama penghasilan keluarga. Dan tentunya kesadaran merekalah yang sangat kita perlukan” ujar Zulher.(rls/syawal)

 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

IHSG Songsong Jalur Bullish, Rekomendasi 4 Saham

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.