Jaga Inflasi, Indonesia Masih Getol Impor Pangan.

Jumat, 06 Desember 2013 16:20

BERTUAHPOS.COM,Jakarta -Kebijakan untuk impor holtikultura masih akan terus dilakukan. Pasalnya untuk menjaga inflasi yang tinggi akibat kenaikan harga pangan, pasokan harus lancar. Sementara produksi dalam negeri tidak memadai.

“Kalau produksi dalam negeri tidak cukup yah harus diiimpor, kalau nggak mau impor, harus dibuktikan produksi dalam negerinya memadai, dengan segala cara,” ungkap Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (6/12/2013)

Menurut Bambang, harus ada upaya dari pemerintah dan BI untuk menjamin inflasi. Meskipun dari sektor pangan tidak terlalu besar, akan tetapi menurutnya perlu dijaga.

“Pokoknya yang paling penting sekarang adalah menjamin inflasinya, volatile food sebenarnya bukan penyumbang besar tapi yah harus dijaga kan,” sebutnya.

Baca: 45 Anak Usaha BUMN Berpotensi Rugikan Negara

Pemerintah menargetkan inflasi terus dapat diturunkan setiap tahunnya. Pemerintah mempperkirakan pada tahun 2018 inflasi dapat dicapao pada kisaran 3±1%.

“Kita harus jaga, tahun 2015 targetnya 4±1%. Kemudian trus tahun 2018 3±1%,” kata Bambang.

Ekonomi AS Tumbuh, Apa Untungnya Buat RI?
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) terlihat ada perbaikan dengan mencapai 3,9% pada triwulan III-2013. Chatib mengaku cukup gembira dan sekaligus sedih mendengar kabar tersebut.

Tapi apa untung ruginya untuk Indonesia? Untungnya buat Indonesia, menurut Chatib adalah ekspor tujuan AS akan meningkat. Terutama untuk ekspor pada sektor manufaktur.

“Ada imbas terhadap perbaikan ekonomi Indonesia, maka ekspor-ekspor yang primary tadi which is yang processed manufacturing tadi itu akan mengalami peningkatan, mulai terlihat pada angka ekspor kita yang kemarin diumumkan BPS kan,” ungkap Chatib.

Kemudian seiring dengan hal tersebut, defisit neraca perdagangan Indonesia akan terus membaik. Ia optimistis ke depan perbaikan itu akan terus berlangsung.

“Di mana mulai terjadi perbaikan dari harga ini tentu akan mendorong sehingga kalau kita bicara trade defisit, impact dari mining law itu, more or less neutral atau bisa kita atasi,” sebutnya.

Akan tetapi berita ini menjadi tidak menggembirakan, karena akan membawa rencana penarikan stimulus oleh Bank Sentral AS The Fed semakin dekat. Apalagi target penurunan penganggurannya tercapai.

“Jobless growth-nya turun jadi di bawah 300 ribu jadi 298. Di satu sisi tentu ini akan membuat arus modal ke AS akan semakin cepat,” pungkasnya.(detik.com)