BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Oktober 2025.
Penurunan ini terjadi akibat meningkatnya stok minyak sawit domestik dan turunnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan bahwa sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
“Kami melihat support harga CPO di level RM4.400 per ton dan resistance di RM4.580 per ton,” ujarnya dilansir dari Bernama.
Data Asosiasi Penggilingan Kelapa Sawit Semenanjung Selatan (SPPOMA) mencatat, produksi minyak sawit untuk periode 1–10 Oktober naik 6,59 persen. Kenaikan produksi ini menambah tekanan penurunan pada harga CPO.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot Oktober 2025 turun RM70 menjadi RM4.350 per ton, sementara kontrak November 2025 turun RM46 menjadi RM4.407 per ton. Kontrak Desember 2025 juga melemah RM38 ke posisi RM4.461 per ton.
Untuk kontrak jangka panjang, Januari 2026 turun RM27 menjadi RM4.496 per ton, Februari 2026 melemah RM23 ke RM4.502 per ton, dan Maret 2026 terkoreksi RM21 menjadi RM4.487 per ton.
Total volume perdagangan naik menjadi 119.170 lot dari 95.626 lot sehari sebelumnya. Sementara itu, open interest meningkat sedikit ke 278.862 kontrak dari 277.517.
Di pasar fisik, harga October South turun RM30 menjadi RM4.420 per ton, menandakan tekanan jual masih dominan di pasar minyak sawit.***









