BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, terdampak sentimen negatif akibat memanasnya kembali perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Pedagang minyak sawit, David Ng, menjelaskan pelemahan pasar disebabkan oleh kekhawatiran peningkatan stok dan naiknya tingkat produksi komoditas tersebut dalam beberapa minggu ke depan.
“Kami melihat support di RM4.400 per ton dan resistance di RM4.580 per ton,” ujarnya dikutip dari Bernama.
Penurunan harga ini terjadi setelah Presiden Donald Trump pada 11 Oktober mengumumkan penerapan tarif 100% terhadap impor dari China, disertai pembatasan baru ekspor teknologi mulai 1 November 2025. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi pasar komoditas global, termasuk minyak sawit.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot Oktober 2025 turun RM48 menjadi RM4.420 per ton, sementara kontrak November 2025 turun RM43 menjadi RM4.453 per ton, dan Desember 2025 turun RM45 menjadi RM4.499 per ton.
Untuk kontrak berjangka Januari 2026 melemah RM42 menjadi RM4.523 per ton, Februari 2026 turun RM31 menjadi RM4.525, dan Maret 2026 melemah RM22 menjadi RM4.508 per ton.
Total volume transaksi juga menurun menjadi 95.626 lot dari 113.058 lot pada Jumat sebelumnya. Sementara open interest turun menjadi 277.517 kontrak dari 282.064 sebelumnya. Di pasar fisik, October South turun RM50 menjadi RM4.450 per ton.
Dengan pelemahan ini, pelaku pasar masih menanti arah kebijakan dagang AS–China selanjutnya yang dapat memengaruhi pergerakan harga CPO dalam waktu dekat.***









