BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Rabu, 18 Juni, seiring kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari pasar global, terutama karena mandat pencampuran biofuel yang lebih tinggi di Amerika Serikat.
Analis pasar minyak sawit, David Ng, mengatakan lonjakan harga minyak kedelai menjadi faktor utama yang mendorong reli harga CPO.
“Kami melihat level support berada di RM4.000 per ton dan resistance di RM4.150 per ton,” ujar David.
Rincian pergerakan harga kontrak CPO:
|
|
|
|
|
|
Meski harga mengalami penguatan, volume perdagangan justru mencatatkan penurunan. Jumlah lot yang diperdagangkan turun menjadi 67.036 lot, dari sebelumnya 110.158 lot pada hari Selasa. Minat terbuka juga turun menjadi 233.309 kontrak, dari 235.561 kontrak sebelumnya.
Sementara itu, harga fisik CPO untuk wilayah Selatan pada bulan Juni turut naik RM20 menjadi RM4.100 per ton.
Kenaikan harga ini menjadi angin segar bagi pelaku industri sawit, terutama di tengah ketatnya persaingan pasar minyak nabati global. Namun, pelaku pasar diingatkan untuk tetap mewaspadai fluktuasi harga global yang masih sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan energi dan perdagangan internasional.***
— Bernama









