BERTUAHPOS – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Kamis, 4 September 2025. Kenaikan harga ini didorong oleh pembelian murah serta dukungan kuat dari pasar minyak nabati global.
Kepala penelitian komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan bahwa penguatan harga dibatasi oleh stok melimpah di India, tidak adanya pembelian dari negara tujuan, serta ketidakpastian prospek perdagangan Amerika Serikat–Tiongkok.
“Ekspektasi stok akhir minyak sawit Malaysia yang lebih tinggi dan peningkatan produksi juga menahan laju kenaikan harga,” ujarnya kepada Bernama.
Pedagang minyak sawit, David Ng, menambahkan bahwa pertumbuhan produksi yang lebih lambat dari perkiraan turut menjadi faktor pendukung harga. “Kami melihat support di RM4.380 per ton dan resistance di RM4.530 per ton,” katanya.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot CPO untuk September 2025 naik RM9 menjadi RM4.371 per ton. Kontrak Oktober 2025 naik RM8 menjadi RM4.412 per ton, dan kontrak November 2025 naik RM6 menjadi RM4.448 per ton.
Kontrak Desember 2025 juga menguat RM3 menjadi RM4.475 per ton. Sementara itu, kontrak Januari 2026 dan Februari 2026 masing-masing naik RM5 menjadi RM4.490 dan RM4.482 per ton.
Volume transaksi tercatat naik menjadi 73.897 lot dari 67.415 lot pada perdagangan sebelumnya. Namun, open interest sedikit menurun menjadi 252.812 kontrak dibandingkan 253.198 kontrak sebelumnya.
Untuk pasar fisik, harga CPO wilayah Selatan pada September 2025 tidak berubah di posisi RM4.400 per ton.
Bursa Malaysia Derivatives akan tutup pada Jumat, 5 September 2025, bertepatan dengan libur nasional Maulid Nabi, dan kembali beroperasi pada Senin, 8 September 2025.***









