BERTUAHPOS – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Senin, 11 Agustus 2025.
Kenaikan itu melanjutkan tren positif dari pekan lalu yang dipicu oleh ekspor kuat dan peningkatan stok yang lebih lambat dari perkiraan.
Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan harga CPO menembus RM4.300 per ton dan diperkirakan bertahan di level tersebut.
“CPO didukung pada RM4.300 per ton, dengan resistensi di RM4.450 per ton,” ujarnya.
Data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) mencatat, ekspor minyak sawit Juli 2025 naik 3,82% menjadi 1,30 juta ton dari 1,26 juta ton pada Juni 2025.
Sementara itu, persediaan CPO turun 0,22% menjadi 1,02 juta ton dari 1,04 juta ton pada bulan sebelumnya. Total stok minyak sawit naik 4,02% menjadi 2,11 juta ton dari 2,03 juta ton.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menyebut total stok Juli berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 10% hingga 11%, yakni 2,11 juta ton dibanding perkiraan 2,23–2,25 juta ton. Meski demikian, stok tetap berada di level tertinggi dalam 19 bulan terakhir.
Data ekspor dari Intertek Testing Services (ITS) menunjukkan pengiriman 1–10 Agustus mencapai 482.576 ton, naik 23,31% dari periode sama tahun lalu.
Perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia juga melaporkan kenaikan pengiriman 23,67% menjadi 453.230 ton dari 366.482 ton.
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Agustus 2025 dan September 2025 masing-masing naik RM120 menjadi RM4.334 dan RM4.354 per ton.
Kontrak Oktober 2025 melonjak RM129 menjadi RM4.384 per ton. Kontrak November 2025 naik RM130 menjadi RM4.404 per ton, Desember 2025 naik RM129 menjadi RM4.413 per ton, dan Januari 2026 naik RM122 menjadi RM4.411 per ton.
Volume perdagangan turun menjadi 83.281 lot dari 91.640 lot pada Jumat lalu. Sementara open interest menyusut menjadi 227.408 kontrak dari 311.976 kontrak sebelumnya.***









