BERTUAHPOS – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil / CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, 8 September 2025. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi melemahnya produksi dalam beberapa minggu mendatang.
Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan bahwa pasar saat ini melihat level support di RM4.400 per ton dan resistance di RM4.580 per ton.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot September 2025 naik RM28 menjadi RM4.399 per ton.Kontrak Oktober 2025 juga naik RM33 menjadi RM4.445 per ton, sementara November 2025 menguat RM40 ke level RM4.448 per ton.
Kontrak berjangka untuk Desember 2025, Januari 2026, dan Februari 2026 ikut mencatatkan kenaikan signifikan. Harga naik masing-masing sebesar RM43 ke RM4.518 per ton, RM4.533 per ton, dan RM4.525 per ton.
Meski harga naik, volume perdagangan justru menurun menjadi 55.479 lot dari 73.897 lot pada Kamis pekan lalu. Open interest juga turun menjadi 250.875 kontrak dari sebelumnya 252.812 kontrak. Sementara itu, harga CPO fisik untuk September Selatan tercatat naik RM30 menjadi RM4.430 per ton.
Sebelumnya, harga CPO berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak dalam kisaran ketat di pekan ini. Minimnya katalis membuat harga bertahan di rentang RM4.300–RM4.480 per ton, menurut analis minyak sawit David Ng.
Pasar global kini menunggu laporan resmi Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) terkait produksi Agustus. Kepala penelitian Sunvin Group, Anilkumar Bagani, memperkirakan stok Malaysia naik 4,76 persen menjadi 2,214 juta ton, didorong kenaikan produksi satu persen menjadi 1,831 juta ton.
Sepanjang pekan, kontrak berjangka mencatat kenaikan. Kontrak September 2025 naik RM63 ke RM4.371 per ton, Oktober naik RM65 ke RM4.412, November bertambah RM68 ke RM4.448, dan Desember naik RM67 ke RM4.475 per ton. Kontrak Januari dan Februari 2026 masing-masing menguat RM65 ke RM4.490 dan RM4.482 per ton.
Meski harga menguat, volume perdagangan mingguan turun tajam menjadi 141.151 lot dari 294.986 lot pada pekan sebelumnya. Open interest juga melemah menjadi 252.812 kontrak dari 253.380 kontrak.
Harga CPO fisik untuk wilayah Selatan Malaysia pada September tercatat naik RM30 ke level RM4.400 per ton. Pasar kini memfokuskan perhatian pada data produksi dan stok Malaysia yang diperkirakan menjadi penentu arah harga jangka pendek.***









