BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia ditutup sebagian besar lebih tinggi pada Rabu, 3 Juli 2025, didorong ekspektasi penurunan produksi serta meningkatnya permintaan ekspor, khususnya dari India.
Analis pasar komoditas David Ng menyebutkan bahwa sentimen pasar terus membaik karena pelaku pasar mengantisipasi produksi yang lebih rendah dalam beberapa pekan ke depan. Di sisi lain, survei terbaru menunjukkan data ekspor yang kuat, turut menopang kenaikan harga.
“Kombinasi antara melemahnya prospek produksi dan ekspor yang stabil membantu menjaga harga tetap solid,” ujar David Ng kepada Bernama.
Dia menambahkan, permintaan tinggi dari India menjadi faktor kunci yang memperkuat pasar. Negara tersebut terus meningkatkan impor CPO karena harganya yang masih kompetitif dan pasokan global yang ketat.
“Kami melihat level support berada di RM4.000 per ton dan resistance pada RM4.180 per ton,” jelasnya.
Berdasarkan data penutupan perdagangan, kontrak spot bulan Juli turun tipis RM2 menjadi RM4.032 per ton. Namun, kontrak bulan-bulan berikutnya menunjukkan tren kenaikan:
- Agustus 2025 naik RM29 ke level RM4.084 per ton
- September 2025 naik RM29 menjadi RM4.091 per ton
- Oktober 2025 naik RM29 ke RM4.092 per ton
- November 2025 naik RM25 ke RM4.090 per ton
- Desember 2025 naik RM21 menjadi RM4.095 per ton
Sementara itu, volume perdagangan tercatat menurun menjadi 58.749 lot dari 64.163 lot pada hari sebelumnya. Namun, open interest meningkat menjadi 225.914 kontrak dibandingkan 224.873 kontrak sehari sebelumnya.
Untuk harga CPO fisik di wilayah Selatan Malaysia, tercatat mengalami kenaikan sebesar RM30 menjadi RM4.080 per ton.
Kondisi pasar CPO saat ini menunjukkan potensi tren positif dalam jangka pendek, seiring dengan tingginya permintaan ekspor dan proyeksi produksi yang terbatas.
— Bernama
Simak berita lainnya tentang Kelapa Sawit









