BERTUAHPOS – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak naik (bullish) pada pekan depan. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi penurunan produksi serta meningkatnya permintaan dari negara-negara besar.
Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan bahwa rendahnya stok minyak sawit di Malaysia turut mempengaruhi sentimen pasar.
“Kami memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM4.400 hingga RM4.600 per ton pekan depan,” ujarnya dikutip dari Bernama, Senin, 6 Oktober 2025.
Sementara itu, pedagang senior Interband Group of Companies, Jim Teh, menilai pelaku pasar kini menunggu data resmi dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) yang akan dirilis 10 Oktober. Laporan tersebut diperkirakan mencakup tingkat stok CPO untuk bulan September.
“Permintaan kuat akan datang dari India seiring musim liburan, juga dari Tiongkok, Pakistan, Timur Tengah, dan Uni Eropa,” tambah Jim Teh.
Secara mingguan, kontrak Oktober 2025 naik RM35 menjadi RM4.400 per ton, November 2025 naik RM51 menjadi RM4.418 per ton, dan Desember 2025 naik RM46 menjadi RM4.442 per ton.
Untuk periode Januari hingga Maret 2026, harga bergerak di kisaran RM4.416–RM4.457 per ton, menunjukkan tren penguatan moderat.
Volume perdagangan mingguan tercatat turun menjadi 373.167 lot dari 423.097 lot pada pekan sebelumnya. Sementara itu, open interest meningkat menjadi 273.808 lot dari 250.893 lot.
Di pasar fisik, kontrak October South juga naik RM60 menjadi RM4.420 per ton, menandai tren positif harga CPO menjelang akhir tahun.***









