BERTUAHPOS — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan tetap diperdagangkan dengan bias bullish pada pekan depan.
Prediksi ini didukung oleh kinerja ekspor yang masih kuat serta tingginya permintaan fisik dari sejumlah negara tujuan utama, sebagaimana dilansir dari Bernama, Senin, 22 September 2025.
Pedagang minyak sawit David Ng menilai sentimen positif akan terus memberikan momentum pasar dan menjaga minat beli pedagang.
Dia memperkirakan harga CPO bergerak di kisaran RM4.330 hingga RM4.450 per ton pekan depan.
Senada, pedagang senior Interband Group of Companies Jim Teh menyebut harga CPO kemungkinan diperdagangkan di rentang RM4.000 hingga RM4.200 per ton.
Menurutnya, secara keseluruhan harga CPO berjangka menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan harga minyak mentah global yang sedang turun.
Permintaan fisik minyak sawit diperkirakan datang dari Tiongkok, India, Pakistan, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat.
Pada perdagangan mingguan, kontrak Oktober 2025 turun RM43 menjadi RM4.365 per ton.
Kontrak November 2025 turun RM49 menjadi RM4.396 per ton, kontrak Desember 2025 turun RM45 menjadi RM4.425 per ton.
Sedangkan kontrak Januari 2026 turun RM40 menjadi RM4.442 per ton, dan kontrak Februari 2026 turun RM37 menjadi RM4.434 per ton. Sementara kontrak September 2025 dan Maret 2026 masing-masing berada di level RM4.383 dan RM4.404 per ton.
Volume perdagangan mingguan tercatat menyusut menjadi 264.468 lot dari 527.663 lot pekan lalu.
Open interest juga menurun menjadi 260.581 kontrak dibanding 263.070 kontrak sebelumnya. Untuk pasar fisik, harga CPO di Selatan turun RM20 menjadi RM4.400 per ton.***









