BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025.
Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli harga yang kuat selama pekan sebelumnya.
Anilkumar Bagani, Kepala Penelitian Komoditas Sunvin Group, menjelaskan bahwa meskipun harga berjangka melemah, harga CPO dalam dolar AS tetap relatif stabil berkat penguatan ringgit.
“Harga CPO Indonesia masih kuat dan menekan margin pemrosesan. Ini berpotensi membatasi ekspor minyak sawit olahan mulai Agustus dan seterusnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, lambatnya produksi di Malaysia dan Indonesia turut menopang harga, meski saat ini pembeli aktif hanya datang dari India dan Pakistan.
Sementara itu, analis dan pedagang minyak sawit David Ng menilai, pelemahan harga CPO turut dipengaruhi oleh lemahnya harga minyak kedelai serta kinerja ekspor yang kurang menggembirakan. “Kami melihat level support di RM4.200 per ton dan resistance di RM4.350 per ton,” jelas David Ng.
Daftar harga CPO penutupan perdagangan:
- Kontrak spot Agustus 2025 turun RM88 ke level RM4.174 per ton
- Kontrak September 2025 turun RM93 ke RM4.216 per ton
- Kontrak Oktober 2025 turun RM90 ke RM4.225 per ton
- Kontrak November 2025 turun RM76 ke RM4.229 per ton
- Kontrak Desember 2025 turun RM63 ke RM4.227 per ton
- Kontrak Januari 2026 turun RM51 ke RM4.224 per ton
Volume perdagangan tercatat melemah menjadi 75.830 lot dibanding 136.709 lot pada Jumat sebelumnya. Open interest juga menurun menjadi 235.195 kontrak dari 237.735 kontrak. Sementara itu, harga fisik untuk wilayah Selatan Juli tercatat berada di kisaran RM90 hingga RM4.200 per ton.***
— Bernama









