Bea Parkir Mahal, Indonesia Minim Punya Pelabuhan Kapal Pesiar

Minggu, 09 Juni 2013 11:13
BERTUAHPOS, JAKARTA – Pengembangan pelabuhan kapal pesiar di Indonesia masih sangat minim. Pasalnya, sedikit investor yang tertarik berinvestasi dalam pembangunan pelabuhan khusus yacht dan kapal mewah. 
 
Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengaku pihaknya masih melihat tingginya bea masuk dan parkir kapal pesiar mewah ke Indonesia. Hal kemudian berpengaruh terhadap minat kapal pesiar berlabuh ke pelabuhan khusus.
 
“Misal yang punya datang 2 kali dalam setahun. Kapal ditinggal. Kapal seperti ini (pesiar mewah) enggak bisa ditinggal. Dia bayar bea masuk. Harus ada bank guarantee,” ucap RJ Lino di sela acara Indonesia Yachts Show di Pelabuhan Batavia Marina Sunda Kelapa Jakarta, Sabtu (8/6/2013).
 
Namun Lino tidak mau menyebut berapa besar bea yang dikenakan. Ketika bea masuk dipangkas dan perizinan kapal pesiar dipermudah membuat bisnis pelabuhan khusus kapal pesiar menarik. Hal ini terjadi seperti di negara-negara kepulauan seperti Thailand.
 
“Itu mesti dirubah bea cukai. Kalau itu diatasi. Ramai orang ke sini (Indonesia). Indonesia kan menjadi (tourist) destination,” tambahnya.
 
Menurutnya, Pelindo II belum terlalu bergairah mengembangkan pelabuhan khusus kapal pesiar selagi belum ada revisi peraturan. Namun, diakuinya pihak tengah menyiapkan penataan pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta untuk kapal khusus kayu dan kapal pesiar.
 
“Sunda Kepala jadi touristic area. Kapal tradisional dari kayu dibiarin sebagai tontonan,” cetusnya. (finance.detik.com)