• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Antisipasi Lonjakan Pengeluaran, Pedagang Sembako Naikkan Harga

Tim Redaksi by Tim Redaksi
15 November 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih belum jelas, namun harga sembako di pasaran sudah melonjak. Pengamat Ekonomi Trian Hulhadi SE MSc menerangkan, aksi menaikkan harga ini merupakan bentuk antisipasi pedagang untuk menahan lonjakan pengeluaran saat harga BBM benar-benar naik.

Para pedagang sembako di pasaran sudah terlebih dahulu melakukan prinsip keseimbangan konsumen. Kenaikan sembako di pasaran saat ini merupakan salah imbas dari isu kenaikan BBM. Pedagang pasti mengantisipasi pengeluaran mereka.

“Artinya, Kalau BBM tak jadi naik maka mereka untung. Tapi kalau BBM tak jadi naik, setidaknya mereka stabil. Ini istilahnya keseimbangan konsumen,” ujar Alumnus Ilmu Ekonomi Universitas Kebangsaan Malaysia ini, Sabtu (15/11/2014).

Kondisi seperti ini, menurut pandangan Trian, bukan berarti pedangang sembako sengaja memanfaatkan isu kenaikan BBM untuk mencari untung banyak. Para pedagang ini sudah menganalisa jumlah cost yang akan mereka keluarkan saat BBM naik nanti.

Solusinya, lanjut Trian, seharusnya pemerintah tidak memunculkan dulu isu kenaikan harga BBM. Karena kenaikan harga sembako di pasaran tidak bisa sepenuhnya disalahkan pedagang.

“Mereka itu kan sifatnya, tidak mau menanggung pengeluaran yang terlalu besar. Mereka sudah jauh-jauh hari mengitung itu. Prediksi mereka tentang pertumbuhan ekonomi cara berfikirnya pasti memikirkan bagaiman menekana pengeluran mereka nantinya,” tambahnya. (melba)
 

 
 
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Ibu-ibu Galau, Harga Cabai di Siak Tembus Rp 70 Ribuan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.