PEKANBARU — Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengatakan bahwa Pacu Jalur 2025, di Kabupaten Kuantan Singingi, bukan sekadar perlombaan perahu, melainkan pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Tradisi ini menjadi kebanggaan masyarakat Riau karena setiap desa bergotong royong membuat jalur, yaitu perahu kayu panjang khas budaya Melayu.
Hal ini disampaikannya di hadapan delegasi kedutaan besar dari Bangladesh, Fiji, Rwanda, serta perwakilan negara sahabat lainnya saat jamuan di di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Selasa, 19 Agustus 2025 malam.
“Besok, Bapak Ibu bisa menyaksikan langsung bagaimana meriahnya tradisi ini,” ujar Abdul Wahid saat pertemuan dengan delegasi negara sahabat
Abdul Wahid menilai pacu jalur merupakan bukti nyata masyarakat Riau dalam menjaga warisan budaya leluhur. Lebih dari itu, event tahunan ini berpotensi besar menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan Riau ke dunia internasional.
“Itulah salah satu bukti budaya di sini, kami mengusung bagaimana Provinsi Riau ini menjadi pusat budaya Melayu. Semoga Bapak Ibu yang menyaksikan besok bisa terhibur dan kembali datang lagi ke Riau,” tambahnya.
Kehadiran para duta besar dan delegasi negara sahabat di event Pacu Jalur 2025, menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi budaya sekaligus promosi wisata Riau ke kancah global.***









