• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Warga Kecamatan GAS dan Gaung Cemas dengan Meningkatnya Populasi Buaya Muara 

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 Juni 2022
buaya muara

Buaya muara/FOTO: Pixabay.

154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, TEMBILAHAN — Warga di Kabupaten Indragiri Hilir [Inhil], khususnya mereka yang berdomisili di sepanjang bantaran Sungai Gaung dan Sungai Gaung Anak Serka [GAS], mengaku semakin cemas dengan meningkatnya populasi buaya muara di daerah itu.

Kawanan buaya muara dalam jumlah banyak acap kali memperlihatkan diri di tengah sungai, bahkan berjemur di belakang rumah warga yang menghadap ke sungai. 

“Banyak. Kalau air lagi surut, kita telusuri sungai sangat mudah ditemukan anak dan induk buaya berjemur di pinggir pantai. Bahkan kadang-kadang muncul di belakang atau di depan perahu kita,” kata Bujang, seorang warga yang berdomisili di Kecamatan GAS.

Buaya muara/FOTO: Pixabay.

Meningkatnya populasi buaya muara di daerah ini seiring dengan penguatan Undang-Undang satwa dilindungi Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Warga tak lagi berani membunuh buaya bahkan saat buaya-buaya itu mengancam nyawa sekalipun. Selain itu meningkatnya populasi buaya juga menandai bahwa sumber makanan mereka semakin banyak, seperti ikan dan udang.

Pengalaman cukup ekstrem yang berhubungan dengan buaya muar ini pernah dialami oleh Sarkawi, seorang kepala rumah tangga yang tinggal di sebuah desa di Kecamatan Gaung, dengan dua anak yang masih kecil. 

Sebelumnya, sudah menjadi kebiasaan warga di sini, saat mandi mereka langsung menceburkan diri ke sungai. Termasuk para anak-anak. Namun di suatu pagi, saat ingin mandi bersama putri sulungnya, dia membuka pintu belakang yang menghadap ke sungai.

Buaya muara/FOTO: Pixabay.

 

Di bawah kolong teras belakang rumah itu sudah menunggu seekor buaya muara yang sangat besar. “Sejak itu, kami hanya mandi menggunakan timba,” ujarnya bercerita.

Semakin ke sini—buaya muara berukuran besar—semakin menunjukkan eksistensinya, seolah menganggap kelompok manusia bukan ancaman. 

Di sebuah pasar tradisional yang terletak di pinggir sungai di Teluk Pinang—kelurahan yang masuk dalam wilayah administrasi GAS—aktivitas penyeberangan orang dengan sampan cukup ramai di hari pekan. Saat itu muncul seekor buaya muara berukuran besar persis di tengah aktivitas hilir mudik sampan dayung yang mengangkut penumpang.

Buaya itu memang tidak memberikan respon apapun, tapi dia seolah tidak takut sama sekali dengan kelompok manusia dalam jumlah ramai. 

“Entah apa yang terjadi, yang jelas semua orang melihat kalau ada buaya muncul di tengah sungai ketika itu,” kata Kardi, seorang penjual jasa angkutan orang dengan sampan yang melihat kejadian itu.

Buaya muar/FOTO: Pixabay.

Dalam banyak penelitian menyebutkan, bahwa jenis buaya muara atau Crocodylus porosus, memang memiliki kecerdasan luar biasa. Buaya ini mempelajari kebiasaan gerakan mangsanya lebih dulu sebelum menerkamnya.

Buaya muara lebih suka hidup di daerah muara sungai yang dikelilingi tanaman nipah atau sejenisnya, persis seperti Sungai Gaung dan Sungai Gaung Anak Serka. Tangkai daun nipah itu digunakan untuk membuat sarang.

Dalam banyak catatan juga menyebut bahwa buaya muara merupakan jenis buaya terganas di antara jenis buaya yang ada di Indonesia. Sifat ganasnya bahkan sudah ada sejak baru menetas dari telur. 

Sejauh ini, warga yang melakukan aktivitas di 2 sungai itu, hanya bisa meningkatkan kewaspadaan mereka agar terhindar dari serangan buaya muara tersebut. Meski beberapa kasus serangan buaya sudah pernah terjadi di kawasan ini.***

Tags: buayabuaya muarabuaya sungaiInhilmuarapopulasiriauSungaiTembilahan
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"
Regional

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

...

Read moreDetails
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Pemprov Riau Terapkan WFA ASN untuk Urai Macet Mudik, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Jalan

BPJPH Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Riau lewat Kawasan Industri Halal

Next Post
napur sharma

Terus Dapat Kecaman Usai Hina Nabi Muhammad SAW, Inilah Sosok Sebenarnya dari Napur Sharma?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.